• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Organisasi Pro-Israel Diduga Fasilitasi Pengusiran Warga Gaza dalam Upaya Pembersihan Etnis

by Adara Relief International
November 18, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Organisasi Pro-Israel Diduga Fasilitasi Pengusiran Warga Gaza dalam Upaya Pembersihan Etnis
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah organisasi bernama Al-Majd Europe diduga kuat terlibat dalam skema pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza dengan kedok “migrasi sukarela” dan “jalur evakuasi aman”. Laporan dari Al-Hares, Quds News Network (QNN), Haaretz, serta pernyataan resmi otoritas Palestina menunjukkan bahwa organisasi ini bekerja selaras dengan otoritas pendudukan Israel, khususnya unit baru yang disebut Voluntary Emigration Bureau di bawah Kementerian Pertahanan Israel. Unit ini dibentuk pada awal 2025 untuk mendorong pengusiran warga Gaza dari tanah air mereka.

Al-Majd Europe menawarkan paket “evakuasi aman” dengan biaya 1.500–2.700 dolar AS per orang, menyasar keluarga-keluarga Gaza yang terdesak perang, kelaparan, dan pengepungan. Mereka mengumpulkan data pribadi warga melalui tawaran palsu jalur keluar ke negara seperti Afrika Selatan, Indonesia, dan Malaysia.

Investigasi menemukan bahwa:

  • Organisasi ini tidak terdaftar, tidak memiliki laporan keuangan, dan menggunakan alamat serta identitas palsu, termasuk foto AI dan kantor fiktif di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
  • Domain situs web lembaga itu baru dibuat pada Februari tahun ini—bertepatan dengan berdirinya kantor “migrasi sukarela” Israel.
  • Aktivitas “kemanusiaan” yang diklaim—termasuk bantuan untuk Suriah, Turki, atau korban gempa—tidak terbukti.
  • Pembayaran dilakukan dengan mata uang digital yang sulit dilacak.
  • Penumpang diminta tidak membawa apa pun, kecuali pakaian yang dikenakan, dan paspor mereka tidak distempel di Bandara Ramon.

    Baca Juga

    26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

    Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

QNN juga menemukan bahwa salah satu nama “manajer proyek”, Mo’ayyad Saydam, ternyata dipalsukan, dan ia sendiri mengeluarkan peringatan bahwa identitasnya telah disalahgunakan oleh penipu untuk menghubungi warga Palestina.

Investigasi Haaretz menelusuri operasi ini ke seorang warga Israel–Estonia, Tomer Janar/Yanar/Janad Lind, yang memiliki perusahaan konsultan Estonia bernama Talent Globus. Situs lama Al-Majd bahkan menampilkan logo perusahaan tersebut. Lind diketahui membuat sejumlah perusahaan di Inggris dan bekerja bersama unit Israel yang mengatur pemindahan paksa warga Gaza. Ketika dihubungi, Lind tidak menyangkal keterlibatannya, tetapi menolak menjelaskan siapa aktor di balik operasi ini.

Maskapai Romania dan Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa penerbangan-penerbangan ini dipesan oleh agen perjalanan eksternal yang bekerja dengan Al-Majd, bukan oleh lembaga resmi mana pun.

Sejak Mei, ratusan warga Palestina diterbangkan dari Bandara Ramon di Israel dengan tujuan acak. Dua penerbangan terakhir menuju Afrika Selatan mengangkut 153 dan 176 warga Gaza. Banyak dari mereka tidak memiliki dokumen perjalanan dan tidak mengetahui tujuan akhir mereka.

Di Afrika Selatan, para penumpang sempat ditahan hingga dua belas jam lamanya, sebelum akhirnya menerima visa darurat selama 90 hari berkat campur tangan organisasi kemanusiaan Gift of the Givers. Insiden ini kemudian mendorong pemerintah Afrika Selatan membuka penyelidikan resmi terhadap aktivitas maskapai Al-Majd.

Dari kesaksian para penumpang, terungkap bagaimana mereka dibawa keluar dari Gaza menuju wilayah Israel melalui perjalanan darat, tanpa keterangan yang jelas tentang identitas pihak yang mengelola penerbangan maupun tujuan akhir pesawat. Ketidakpastian itu baru terungkap ketika perjalanan telah berlangsung. Para saksi juga menyebut bahwa penerbangan lain yang dioperasikan maskapai yang sama sebelumnya sempat mendarat di Indonesia dan Malaysia, menambah banyak tanda tanya tentang pola operasional dan maksud dari penerbangan-penerbangan tersebut.

Lembaga keamanan perlawanan di Gaza memperingatkan bahwa Al-Majd adalah kedok bagi aktor yang memanfaatkan krisis kemanusiaan untuk memperoleh data pribadi warga untuk kepentingan spionase dan deportasi.

Kedutaan Palestina di Afrika Selatan menyebut Al-Majd sebagai “organisasi tidak terdaftar dan menyesatkan yang mengeksploitasi tragedi rakyat Gaza, menipu keluarga, mengambil uang mereka, dan mengatur perjalanan secara ilegal dan tidak bertanggung jawab.”

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk aktor-aktor di balik operasi ini sebagai “pedagang darah dan broker deportasi.”

Skema ini muncul seiring kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, yang secara terbuka mendorong ide pengosongan Gaza dan mengubah wilayah tersebut menjadi “Riviera”. Israel menerima gagasan ini dan mempercepat langkah-langkah yang memfasilitasi perpindahan paksa warga.
Sumber: Qudsnen, The New Arab, Haaretz

ShareTweetSendShare
Previous Post

Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

Next Post

Israel Hancurkan Istana Bersejarah di Gaza, Jarah Lebih dari 20.000 Artefak

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
24

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
15
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
32
Next Post
Pekerjaan restorasi dimulai di Istana Pasha yang bersejarah, sebuah landmark berusia berabad-abad yang terletak di Kota Tua di Kota Gaza, Gaza, pada 10 November 2025. [Khames Alrefi – Anadolu Agency]

Israel Hancurkan Istana Bersejarah di Gaza, Jarah Lebih dari 20.000 Artefak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630