Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, terdapat 255.224 penyandang disabilitas di Palestina pada tahun 2017. Jumlah tersebut lebih dari setengahnya berada di Jalur Gaza, di mana lebih dari 15.000 orang merupakan penyandang disabilitas penglihatan. Beberapa di dalamnya disebabkan oleh kekerasan dan serangan selama agresi yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya agresi yang kembali dilakukan oleh otoritas Israel selama 11 hari pada bulan Ramadhan tahun 2021. Pasca agresi meninggalkan banyak korban luka yang menjadi cacat seumur hidup. Salah satunya menambah jumlah penyandang disabilitas penglihatan.
Adara Relief International sebagai lembaga kemanusiaan memberikan bantuan operasi mata gratis kepada 150 orang penerima manfaat pada 28 Februari 2021.
“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, mereka bisa kembali melihat cerahnya dunia dan memperoleh harapan baru dalam melanjutkan kehidupan secara mandiri”, Ucap Ana Rahmawati, Grup Head Program Adara Relief International.
Gaza adalah salah satu daerah terpadat di dunia dengan sekitar 2,1 juta orang tinggal di area seluas 365 kilometer persegi. Selama hampir 16 tahun, pergerakan orang dan barang masuk dan keluar Gaza telah dibatasi oleh otoritas Israel dengan alasan masalah keamanan. Blokade ini telah menciptakan situasi kemanusiaan yang paling parah di dunia dan diperburuk oleh kekerasan yang terjadi.
Sebagai akibat dari pembatasan pergerakan yang luas, para warga di Gaza menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan akses mobilitas untuk pergi bekerja.
Terima kasih Sahabat Adara telah menjadi bagian untuk mengurangi beban penderitaan dan mendukung warga Palestina untuk kembali bangkit.








