Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa perempuan dan anak perempuan di Jalur Gaza menghadapi penderitaan yang semakin memprihatinkan akibat pengungsian berulang dan genosida yang terus berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di platform X pada Kamis, OCHA menyebut bahwa warga Palestina terus terbunuh setiap hari, sementara para penyintas melanjutkan hidup dalam kelaparan dan kekurangan kebutuhan dasar. Bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza disebut jauh dari cukup.
OCHA menyoroti dampak serius terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk hilangnya rasa aman, kurangnya privasi, serta semakin terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan gizi.
Selain itu, blokade bahan bakar yang terus diberlakukan Israel mengancam akan menghentikan layanan-layanan penting penyelamat nyawa, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah.
Sejak agresi dimulai, puluhan ribu warga Palestina telah menjadi korban, sementara infrastruktur hancur dan kelaparan yang semakin meluas akibat penutupan seluruh jalur masuk ke Gaza.
Sumber:
https://yaffaps.com/en/page-27626.html








