Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan memperingatkan bahwa nyawa Moatasem Raddad terancam di penjara Israel. Raddad berasal dari kota Sidon di Tulkarm, dan kesehatannya memburuk di penjara militer Ofer dekat Ramallah.
Dia ditangkap pada tahun 2006 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Komisi mengatakan Raddad menderita pendarahan usus dan sakit parah. “Perlakuan yang diterimanya di penjara sangat tidak pantas, dan makanan yang diberikan kepadanya sangat buruk, baik kualitas maupun kuantitasnya,” tambahnya.
Pada pekan lalu, Khaled Al-Shawish, dari kamp pengungsi Al-Fara’a di utara Tubas meninggal di dalam penjara Israel. Ia dipenjara oleh Israel sejak 2007, dan dijatuhi 11 hukuman seumur hidup. Dia adalah tawanan Palestina ke-9 yang meninggal saat berada dalam penjara Israel sejak Oktober 2023 atau tawanan ke-246 yang meninggal di penjara Israel sejak Juni 1967.
Sejak Oktober, pasukan Israel telah menangkap sedikitnya 7.305 warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) yang dijajah. Kelompok hak asasi manusia Palestina, Israel, dan internasional mengecam kondisi menyedihkan di penjara dan di pusat penahanan Israel, tempat tawanan Palestina disiksa, dianiaya, dan menjadi sasaran kekerasan seksual.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








