Di tengah kecaman internasional atas apa yang secara luas dianggap sebagai genosida di Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memperkuat posisinya di dalam negeri. Jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa Partai Likud, yang dipimpin Netanyahu, akan meningkatkan perwakilan di Knesset jika pemilu diadakan saat ini.
Data menunjukkan bahwa koalisi Netanyahu akan mendapatkan 57 kursi di Knesset, meningkat dari 55 kursi pada Oktober. Likud menjadi partai terbesar dengan 26 kursi.
Alih-alih melemahkan posisi Netanyahu, serangan militer besar-besaran di Gaza tampaknya mengonsolidasikan dukungan politiknya. Menurut jajak pendapat yang dilakukan Maagar Mochot bersama Sample Project Panel dan Stat-Net, temuan ini menyoroti dukungan masyarakat Israel terhadap taktik militer keras di Gaza. Serangan tersebut telah membunuh sedikitnya 46.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 106.000 orang lainnya.
Temuan ini bertentangan dengan narasi Barat yang sering menggambarkan Netanyahu sebagai hambatan utama bagi perdamaian. Sebaliknya, dukungan luas terhadap serangan militer di Gaza menunjukkan pandangan masyarakat Israel yang sejalan dengan taktik pemerintah, meskipun Israel semakin dianggap sebagai negara paria di tingkat internasional.
Dukungan ini muncul di tengah tudingan korupsi yang dihadapi Netanyahu serta surat perintah penangkapan internasional atas dugaan kejahatan perang.
Selain itu, di balik konsolidasi politik di Israel, kondisi di Gaza justru semakin memburuk. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan situasi “mengerikan dan apokaliptik” yang dialami warga Gaza. Louise Wateridge, juru bicara UNRWA, menggambarkan kondisi kemanusiaan di Gaza “sangat menyedihkan,” terutama setelah lebih dari 14 bulan agresi yang terus berlangsung.
Bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke daerah-daerah terkepung, terutama di wilayah utara Gaza, sebagian besar terhalang sejak serangan militer besar-besaran diluncurkan pada awal Oktober. Hal ini semakin memperburuk penderitaan warga sipil yang terperangkap di tengah agresi.
Di satu sisi, survei menunjukkan Netanyahu dan koalisinya semakin kuat secara politik, sementara di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Fakta ini memunculkan pertanyaan mendalam tentang sikap masyarakat Israel terhadap serangan yang sedang berlangsung dan tujuan akhir dari kampanye militer yang digambarkan sebagai upaya pemusnahan terhadap Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








