Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Ahad (17/3) bahwa ia tidak akan tunduk pada tekanan internasional untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.
“Tekanan internasional sebesar apa pun tidak akan menghentikan kami untuk mewujudkan semua tujuan perang: melenyapkan Hamas, melepaskan semua sandera kami, dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman terhadap Israel,” kata Netanyahu pada pertemuan pemerintah.
“Kita tidak boleh menyerah pada tekanan-tekanan ini, dan kita tidak akan menyerah pada tekanan-tekanan ini,” tambahnya.
Perdana Menteri Israel mengatakan tekanan terhadap Israel berfokus pada seruan untuk mengadakan pemilu baru di Israel.
“Mereka melakukan ini dengan mencoba menyelenggarakan pemilu sekarang, di tengah perang. Dan mereka melakukan ini karena mereka tahu bahwa pemilu sekarang akan menghentikan perang dan melumpuhkan negara setidaknya selama enam bulan,” katanya, Anadolu melaporkan.
“Jika kami menghentikan perang sekarang sebelum semua tujuannya tercapai, itu berarti Israel kalah perang, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”
Pada Kamis (17/3), Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer mengkritik kepemimpinan Netanyahu dan meminta Israel untuk mengadakan pemilu baru.
Netanyahu menyebut komentar Schumer sangat tidak pantas. “Anda tidak boleh melakukan hal seperti itu pada negara demokrasi kembar,” tambahnya.
Meskipun ada peringatan internasional, Netanyahu menyetujui rencana militer untuk melakukan operasi darat di Rafah, tempat dari 1,4 juta orang mengungsi dari agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. “Kami akan beroperasi di Rafah. Ini akan memakan waktu beberapa pekan, tapi itu akan terjadi,” kata Netanyahu.
Israel menolak untuk menghentikan perangnya di Gaza sampai kembalinya lebih dari 130 sandera yang ditahan oleh Hamas sejak Oktober lalu, sementara kelompok Palestina menuntut diakhirinya serangan Israel untuk setiap kesepakatan terkait sandera dengan Tel Aviv.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








