Tentara Israel mengumumkan pada Rabu (19/03) bahwa mereka telah melancarkan operasi darat terarah untuk memperluas zona penyangga antara Gaza utara dan selatan.
“Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel telah melancarkan operasi darat yang terarah di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan guna memperluas zona penyangga antara Gaza utara dan selatan,” ujar juru bicara tentara, Avichay Adraee, melalui Telegram.
Ia menambahkan bahwa selama operasi tersebut, pasukan Israel memperluas kendali mereka atas poros Netzarim, jalur utama yang memisahkan Gaza utara dan selatan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa situasi bagi warga Palestina di Gaza akan semakin memburuk.
“Warga Gaza, ini adalah peringatan terakhir bagi kalian,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi. “Selanjutnya akan jauh lebih buruk, dan kalian akan membayar harga penuh.”
Serangan udara Israel yang diperbarui sejak Selasa telah membunuh sedikitnya 436 orang dan melukai lebih dari 670 lainnya, sekaligus mengakhiri gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang berlaku sejak Januari.
Selama 18 tahun terakhir, Israel telah mengepung Gaza, menjadikannya “penjara terbuka terbesar di dunia.” Kini, seluruh populasi Gaza yang berjumlah 2,4 juta jiwa menjadi tunawisma, dan wilayah itu hancur menjadi puing-puing.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 50.000 warga Palestina telah terbunuh—sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—serta lebih dari 112.000 lainnya terluka akibat kampanye brutal militer Israel di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








