• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Mesir dan Yordania Tidak akan Terima Pengungsi Palestina Lagi

by Adara Relief International
Oktober 19, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Mesir dan Yordania Tidak akan Terima Pengungsi Palestina Lagi
39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ketika warga Palestina yang putus asa di Gaza mencoba mencari perlindungan di bawah pengeboman Israel yang berlangsung tanpa henti, beberapa orang bertanya mengapa negara tetangga Mesir dan Yordania tidak menerima mereka. Kedua negara, yang masing-masing mengapit Israel dan berbagi perbatasan dengan Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, telah menjawab dengan penolakan keras. Yordania sudah memiliki populasi Palestina yang besar.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi melontarkan pernyataan terkerasnya pada Rabu (18/10), dengan mengatakan bahwa perang saat ini tidak hanya ditujukan untuk melawan pejuang Palestina yang menguasai Jalur Gaza, “tetapi juga upaya untuk mendorong penduduk sipil agar bermigrasi ke Mesir.” Dia memperingatkan hal ini dapat merusak perdamaian di wilayah tersebut. Raja Yordania Abdullah II memberikan pesan serupa sehari sebelumnya, dengan mengatakan, “Tidak ada pengungsi di Yordania, tidak ada pengungsi di Mesir.”

Penolakan mereka berakar pada ketakutan bahwa Israel ingin memaksa pengusiran permanen warga Palestina ke negara mereka dan membatalkan tuntutan Palestina untuk menjadi negara. El-Sissi juga mengatakan eksodus massal akan berisiko membawa militan ke Semenanjung Sinai Mesir, tempat mereka mungkin melancarkan serangan terhadap Israel, sehingga membahayakan perjanjian perdamaian kedua negara yang telah berusia 40 tahun.

Sejarah Pengungsi Palestina

Pengungsian telah menjadi tema utama sejarah Palestina. Pada perang tahun 1948 sekitar pembentukan Israel, diperkirakan lebih dari 700.000 warga Palestina diusir atau melarikan diri dari wilayah yang sekarang menjadi Israel. Orang-orang Palestina menyebut peristiwa itu sebagai Nakba, yang berarti “malapetaka”.

Pada perang Timur Tengah tahun 1967, ketika Israel merebut Tepi Barat dan Jalur Gaza, 300.000 warga Palestina lainnya melarikan diri, sebagian besar ke Yordania. Para pengungsi dan keturunan mereka kini berjumlah hampir 6 juta orang, sebagian besar tinggal di kamp-kamp dan komunitas di Tepi Barat, Gaza, Lebanon, Suriah, dan Yordania. Diaspora telah menyebar lebih jauh, dengan banyak pengungsi yang tinggal di negara-negara Teluk Arab atau negara-negara Barat.

Setelah pertempuran terhenti pada perang tahun 1948, Israel menolak mengizinkan pengungsi kembali ke rumah mereka. Sejak itu, Israel menolak tuntutan Palestina agar para pengungsi dikembalikan sebagai bagian dari perjanjian damai, dengan alasan bahwa hal itu akan mengancam mayoritas warga Yahudi di negara tersebut.

Mesir khawatir sejarah akan terulang kembali dan sejumlah besar pengungsi Palestina dari Gaza akan menetap selamanya di Mesir.

Tidak Ada Jaminan Kembali

Salah satu alasan belum dibukanya perbatasan adalah tidak adanya skenario yang jelas mengenai bagaimana perang ini akan berakhir. Israel mengatakan mereka bermaksud menghancurkan kelompok pejuang Palestina karena aksi mereka di selatan Israel. Namun, tidak ada indikasi mengenai apa yang mungkin terjadi setelahnya dan siapa yang akan memerintah Gaza.

El-Sissi beranggapan bahwa pertempuran bisa berlangsung bertahun-tahun jika Israel berpendapat bahwa mereka belum cukup menumpas militan Palestina. Dia mengusulkan agar Israel menampung warga Palestina di Gurun Negev, yang bertetangga dengan Jalur Gaza, hingga operasi militernya berakhir.

“Ketidakjelasan Israel mengenai niatnya di Gaza dan evakuasi penduduk merupakan suatu permasalahan,” kata Riccardo Fabiani, Direktur Proyek Afrika Utara Crisis Group International. “Kebingungan ini memicu ketakutan di lingkungan sekitar.”

Mesir telah mendorong Israel untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, dan Israel mengatakan pada Rabu (18/10) bahwa mereka akan mengizinkannya, meskipun tidak disebutkan kapan. Menurut PBB, Mesir, yang sedang menghadapi krisis ekonomi yang meningkat, telah menampung sekitar 9 juta pengungsi dan migran, termasuk sekitar 300.000 warga Sudan yang tiba tahun ini setelah melarikan diri dari perang di negara mereka.

Namun, negara-negara Arab dan banyak warga Palestina juga mencurigai Israel mungkin menggunakan kesempatan ini untuk memaksakan perubahan demografis permanen guna menghancurkan tuntutan Palestina akan status negara di Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, yang juga direbut Israel pada tahun 1967.

El-Sissi mengulangi peringatannya pada Rabu (18/10) bahwa eksodus dari Gaza dimaksudkan untuk menghilangkan perjuangan Palestina. “Semua preseden sejarah menunjukkan fakta bahwa ketika warga Palestina terpaksa meninggalkan wilayah Palestina, mereka tidak diperbolehkan kembali lagi,” kata H.A. Hellyer, rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace. “Mesir tidak ingin terlibat dalam pembersihan etnis di Gaza.”

Kekhawatiran negara-negara Arab dipicu oleh bangkitnya partai-partai sayap kanan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terus angkat suara mengenai penghapusan warga Palestina. Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, retorika mereka menjadi semakin tidak terkendali, dengan beberapa politisi sayap kanan dan komentator media menyerukan militer untuk menghancurkan Gaza dan mengusir penduduknya. Salah satu anggota parlemen mengatakan Israel harus melakukan “Nakba baru” di Gaza.

Sumber:

https://apnews.com

***

Baca Juga

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: InternasionalPalestinaPengungsiUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

DCIP: Israel Bunuh Lebih dari 1.000 Anak Palestina di Gaza, Bunuh Satu Anak Setiap 15 Menit

Next Post

Menuntut Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza, Mohammad Salah: Apa yang Kami Lihat di Rumah Sakit Sangat Mengerikan

Adara Relief International

Related Posts

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup
Berita Kemanusiaan

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
23

Untuk tahun ketiga berturut-turut, Jalur Gaza menyambut Ramadan di tengah genosida terang-terangan dan konsekuensi kemanusiaan serta ekonomi yang belum pernah...

Read moreDetails
Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Februari 19, 2026
17
Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Februari 19, 2026
18
Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Februari 19, 2026
15
Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Februari 19, 2026
21
Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Februari 13, 2026
25
Next Post
Menuntut Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza, Mohammad Salah: Apa yang Kami Lihat di Rumah Sakit Sangat Mengerikan

Menuntut Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza, Mohammad Salah: Apa yang Kami Lihat di Rumah Sakit Sangat Mengerikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630