Penjara Eshel Israel pada Selasa (18/10) memutuskan untuk menahan Ahmad Manasra di sel isolasi meskipun kesehatannya memburuk, kata Klub Tawanan Palestina (PPC). Manasra telah berada di sel isolasi selama satu tahun meskipun menderita beberapa masalah kesehatan. Juru bicara PPC, Hassan Abed Rabbu, mengatakan: “Manasra harus berada di antara tawanan lain karena masalah kesehatannya, terutama gangguan mental dan saraf.”
Abed Rabbu mengatakan bahwa Manasra ditahan di sel yang kotor dan dalam kondisi yang mengerikan, menunjukkan bahwa dia tidak dapat menghubungi bahkan sesama tawanan lain. “Dia dilarang mendapat kunjungan keluarga,” kata Abed Rabbu. “Dia juga menjadi sasaran pemeriksaan, penghinaan berulang kali, dan menerima perlakuan yang sangat buruk oleh sipirnya,” tambahnya.
Karena penurunan kesehatan yang parah, sebanyak 36 psikolog mengajukan permintaan ke layanan penjara untuk membebaskannya, tetapi permintaan mereka ditolak. Meskipun kondisi kesehatan mental Ahmad memburuk, pihak berwenang Israel telah menolak permintaan pengacara Ahmad untuk pembebasan dininya. Laporan medis menemukan bahwa Ahmad menderita skizofrenia dan menegaskan dampak buruk dari perlakuan kasar yang dialaminya di penjara Israel sejak usia muda.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








