Dr. Gabor Mate, seorang penulis dan pakar trauma, menjelaskan percakapannya dengan perempuan Palestina yang mengalami penyiksaan di penjara Israel selama kunjungannya baru-baru ini ke wilayah Palestina. Perempuan tersebut mengatakan kepadanya bahwa, “Kami tidak memiliki gangguan stres pasca-trauma di sini karena traumanya tidak pernah berakhir”. Mate menekankan bahwa hal tersebut adalah sebuah gambaran orang yang hidup dalam trauma konstan.
Mate, yang berdarah Yahudi dan selamat dari pembantaian Nazi ketika ia masih bayi, mengatakan bahwa jika Zionisme merupakan hasil dari Holokaus, seharusnya dunia tidak boleh lagi mengizinkan hal seperti itu terjadi lagi. “Menurut pandangan saya, hal paling pro-Yahudi yang dapat Anda lakukan adalah dengan berdiri menentang penjajahan ini karena pada akhirnya, ini tidak baik untuk siapa pun,” katanya.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








