Menteri Lingkungan Hidup Republik Lebanon, Nasser Yassin, mengungkap kejahatan yang dilakukan pendudukan Israel terhadap rakyat Lebanon, tanah Lebanon, dan lingkungan hidup akibat agresi yang berlangsung lebih dari setahun. Pria itu mengungkapkan angka mengejutkan yang menggambarkan sejauh mana kerusakan lingkungan akibat pengeboman Israel di Lebanon.
Menteri tersebut menjelaskan dalam wawancaranya dengan Al Jazeera Net bahwa wilayah yang dihancurkan Israel dengan sengaja menggunakan fosfor putih selama agresi melebihi 5.745 hektar lahan dan hutan di Lebanon selatan saja. Luas wilayah ini empat kali lebih besar dari luas wilayah yang terbakar di seluruh Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.
Yassin menyatakan bahwa ada lebih dari 52 kota dan desa yang kini hancur di Lebanon, sehingga masyarakatnya tidak dapat kembali ke sana. Selain itu, sebagian besar wilayah Lebanon secara de facto masih diduduki.
“Perkiraan awal kami menunjukkan bahwa ada lebih dari 100.000 rumah hancur atau rusak total, sehingga kami meyakini bahwa setengah juta warga Lebanon masih sangat membutuhkan tempat berlindung karena beberapa dari mereka masih tidur di jalanan,” terang Yassin.
Sepanjang perang, Lebanon menerima banyak bantuan dari negara-negara di sekitarnya. Terlepas dari kecepatan dan kualitas bantuan, terutama di sektor medis dan tindakan kemanusiaan, bantuan tersebut hanya mencakup 20–25% dari kebutuhan orang-orang di pusat penampungan.
Sebagian besar dari para pengungsi yang terkena dampak ini, terutama mereka yang memiliki kemampuan keuangan terbatas, kini menghadapi masalah kehilangan banyak kebutuhan pokok. Penjajah bahkan tidak memberi mereka kesempatan untuk mencari nafkah kembali.
Hingga saat ini Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata serta mengabaikan perjanjian dan menganggap itu hanya kertas bertinta hitam saja.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








