Menteri Pertanian Lebanon, Abbas Hajj Hassan, mengatakan pada Rabu (16/10), bahwa jumlah pengungsi Lebanon telah melebihi 1.400.000 orang akibat agresi Israel yang masih berlangsung terhadap Lebanon.
Hajj Hassan menambahkan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah peningkatan dukungan kemanusiaan, terutama karena mendekatnya musim dingin. Dia juga menekankan perlunya menghentikan agresi Israel terhadap negaranya, dengan menekankan bahwa desakan tersebut merupakan “tuntutan PBB.”
Carl Skau, Wakil Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), mengatakan bahwa situasi di Lebanon sangat buruk, dan bisa menjadi jauh lebih buruk.
PBB memperingatkan pada awal bulan ini bahwa Lebanon sedang menghadapi “bencana krisis kemanusiaan,” dan mencatat bahwa jumlah pengungsi internal telah mencapai 600.000 orang.
Skau menyerukan, melalui Koordinator Khusus PBB di Lebanon, Hennis-Plasschaert, untuk mengadopsi mekanisme yang jelas demi menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai konflik Israel-Lebanon, dan menekankan keseriusan kondisi kemanusiaan akibat perang tersebut.
Patut dicatat bahwa sejak 23 September lalu, Israel telah memperluas cakupan perang dan serangan udaranya, hingga mencakup sebagian besar wilayah Lebanon, termasuk ibu kotanya, Beirut, dan juga telah memulai invasi darat “terbatas” di bagian selatan negara tersebut.
Agresi Israel terhadap Lebanon mengakibatkan 2.350 orang meninggal dan 10.906 orang terluka, termasuk sejumlah besar perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 1.340.000 orang yang mengungsi, menurut data resmi Lebanon.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








