Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich mengumumkan bahwa badan perencanaan mengajukan izin untuk 3.500 rumah permukiman baru di Tepi Barat dekat Al-Quds (Yerusalem).
Smotrich mengatakan bahwa 18.515 unit rumah di permukiman di Tepi Barat telah disetujui selama setahun terakhir, sebuah angka rekor. Permukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional, dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken baru-baru ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap permukiman tersebut.
Sementara itu pada malam harinya, pasukan Israel menyerbu desa Al-Asakra, sebelah timur Betlehem dan menggerebek serta menggeledah beberapa rumah, serta menyita beberapa kendaraan warga Palestina. Pasukan Israel juga menangkap 23 warga Palestina dari Kota Hebron, Tulkarem, Hebron, Qalqilya, Bethlehem, dan Ramallah di Tepi Barat. Daftar nama tawanan diterbitkan oleh WAFA. Israel juga menghancurkan 87 rumah warga Palestina di Yerusalem (Al-Quds) sejak Oktober.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








