Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir telah meminta pemerintah Israel untuk menghentikan pembebasan jenazah warga Palestina yang dituduh melakukan serangan terhadap warga Israel, lapor Anadolu Agency. Seruan itu datang tak lama setelah Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan menahan jenazah warga Palestina yang terlibat dalam serangan.
Pada Jumat pekan lalu, pemerintah Israel menyerahkan jenazah tiga warga Palestina yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel di Tepi Barat pada Maret lalu. Dalam sebuah pernyataan, Ben-Gvir menyebut keputusan pemerintah untuk mengembalikan jenazah warga Palestina sebagai kesalahan serius yang akan merugikan Israel.
Pada hari Minggu (7/4), Ben-Gvir memboikot rapat Kabinet mingguan sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah, dalam keretakan terbaru antara menteri sayap kanan dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, ia mengumumkan bahwa partainya, yang memiliki enam anggota parlemen di Knesset, tidak akan memberikan suara pada keputusan pemerintah sebagai tanda protes terhadap kebijakan kabinet. Ben-Gvir sangat marah dengan apa yang dia anggap sebagai tanggapan yang lemah oleh tentara Israel terhadap tembakan roket dari Gaza setelah kematian tawanan Palestina yang mogok makan di penjara Israel
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








