Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menetapkan empat syarat untuk memulai negosiasi tahap kedua gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan.
“Israel memiliki empat syarat sebelum beralih ke tahap kedua,” kata Cohen, anggota Kabinet Keamanan Israel, kepada penyiar publik KAN pada Senin.
Keempat syarat tersebut mencakup pemulangan warga Israel yang ditawan, penghapusan Hamas dari Gaza, perlucutan senjata di wilayah tersebut, serta kendali keamanan Israel atas Gaza. Tahap pertama gencatan senjata selama enam pekan mulai berlaku pada 19 Januari, menghentikan sementara agresi Israel yang telah membunuh lebih dari 62.000 orang dan menghancurkan Gaza.
Negosiasi untuk tahap kedua awalnya dijadwalkan dimulai pada awal Februari, tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus menunda pembicaraan. Dalam tahap kedua ini, kesepakatan mencakup penarikan penuh Israel dari Gaza, penghentian agresi, serta pertukaran tahanan.
Pada Sabtu lalu, Israel menunda pembebasan 620 tawanan Palestina dari penjara-penjaranya sebagai imbalan atas enam warga Israel yang ditawan dan empat jenazah yang diserahkan oleh Hamas. Israel berdalih bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh apa yang mereka sebut sebagai “upacara penyerahan yang merendahkan.”
Selain itu, Cohen juga kembali menyuarakan dukungannya terhadap aneksasi Tepi Barat yang diduduki.
“Langkah ini memungkinkan, realistis, dan benar,” klaimnya.
Sejak bulan lalu, tentara Israel telah melancarkan serangan terhadap warga Palestina di wilayah utara Tepi Barat, membunuh sedikitnya 60 orang dan memaksa ribuan lainnya mengungsi. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi militer Israel di Tepi Barat, di mana sedikitnya 923 warga Palestina telah terbunuh dan hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan militer Israel serta pemukim ilegal sejak agresi di Gaza dimulai.
Mahkamah Internasional (ICJ) dalam putusannya pada Juli lalu menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat yang diduduki serta Yerusalem Timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








