• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

by Adara Relief International
Januari 23, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyetujui penerbitan izin senjata api kepada warga Israel di 18 permukiman ilegal di Tepi Barat. Izin tersebut diberikan seiring pemerintah sayap kanan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendorong perluasan pos-pos ilegal yang merusak prospek solusi dua negara .

“Kini permukiman-permukiman ini dapat mengajukan permohonan izin senjata pribadi,” tulis Ben-Gvir, seorang menteri sayap kanan, di Telegram pada Rabu (21/01). Ia mengklaim bahwa upaya tersebut bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan membela diri dan meningkatkan keamanan pribadi”.

Pemukim Israel kini semakin berani karena program persenjataan skala besar yang dipelopori oleh Ben-Gvir sejak awal genosida Israel di Jalur Gaza, serta adanya kekebalan hukum yang mereka nikmati ketika melakukan serangan. Pemukim kolonial Israel yang tinggal secara ilegal di Tepi Barat telah dipersenjatai dengan senjata kelas militer mulai dari M16 buatan AS hingga pistol dan drone. Israel menyatakan bahwa kepemilikan senjata diperlukan untuk keselamatan mereka, tetapi organisasi lokal dan internasional telah lama mendokumentasikan pengusiran paksa yang terencana terhadap warga Palestina dari tanah leluhur mereka.

Baca Juga

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

Secara keseluruhan, jumlah permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) telah meningkat hampir 50 persen sejak 2022, yaitu dari 141 menjadi 210 pada saat ini. Pada 2024 Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa keberadaan Israel yang terus berlanjut di wilayah Palestina telah melanggar hukum dan harus diakhiri “secepat mungkin”.

Dalam pernyataannya, Ben-Gvir menambahkan bahwa lebih dari 240.000 pemukim Israel telah menerima izin senjata api sejak perluasan izin tersebut, jauh jika dibandingkan dengan sekitar 8.000 izin yang dikeluarkan setiap tahunnya pada tahun-tahun sebelumnya. “Jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya. Ia menambahkan bahwa izin tersebut berkontribusi pada “penggagalan serangan, pencegahan infiltrasi, dan menghentikan penyerang bahkan sebelum pasukan keamanan tiba”.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, sepanjang 2025 lebih dari 1.800 serangan pemukim terhadap warga Palestina – sekitar lima serangan per hari – telah didokumentasikan. Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan properti di sekitar 280 komunitas di seluruh Tepi Barat, melampaui rekor serangan pemukim tahun sebelumnya, yakni lebih dari 350 serangan. Sebanyak 240 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk 55 anak-anak, telah terbunuh akibat serangan pasukan atau pemukim Israel pada 2025.

Sumber: Al Jazeera, Middle East Monitor

ShareTweetSendShare
Previous Post

Film “The Voice of Hind Rajab” Lolos Nominasi Film Internasional Terbaik dari Oscar

Next Post

Saat Dunia Membeku, Kepedulian Menghangatkan: Laporan Dekap Yatim Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade
Berita Kemanusiaan

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
0
24

The Guardian telah berbicara dengan puluhan pasien kanker Palestina yang terjebak di Gaza. Para dokter mengatakan kematian terkait kanker telah...

Read moreDetails
Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Januari 26, 2026
19
Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Januari 26, 2026
18
Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

Januari 26, 2026
18
Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Januari 26, 2026
18
Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Januari 26, 2026
19
Next Post
Saat Dunia Membeku, Kepedulian Menghangatkan: Laporan Dekap Yatim Palestina

Saat Dunia Membeku, Kepedulian Menghangatkan: Laporan Dekap Yatim Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630