Israel telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina di Jalur Gaza sejak putusan Mahkamah Internasional (ICJ) pada minggu lalu, memerintahkan Tel Aviv untuk mencegah tindakan genosida di Gaza. Pasukan Israel tidak berhenti membombardir Jalur Gaza sejak Oktober, kecuali untuk jeda sementara pada bulan November untuk memungkinkan pertukaran tawanan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Ahad (4/2) pagi bahwa Israel telah membunuh 127 warga Palestina dan melukai 178 orang lainnya. Mereka melakukan 14 pembantaian dalam 24 jam terakhir. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat agresi Israel di Gaza kini mencapai 27.365 syuhada, dan 66.630 orang yang terluka sejak Oktober.
Sementara itu, beberapa menteri pemerintah Israel dan anggota Knesset jelas menginginkan pembersihan etnis Palestina dari Gaza. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa rencananya adalah “mendorong penduduk Gaza untuk berimigrasi secara sukarela ke tempat di seluruh dunia” dengan menawarkan insentif uang.
Posisi Ben-Gvir selaras dengan aliansi politik Zionisme Religius dan ia mendukung pembangunan permukiman Israel di Gaza yang baru saja dihancurkan. Ia juga menantikan hari ketika Presiden Donald Trump akan memberikan kebebasan penuh kepada Israel di Gaza, sementara Presiden Joe Biden dianggap menghambat upaya perang Israel. Meskipun demikian, pemerintahan Biden telah secara aktif mendukung Israel dengan mengizinkan penjualan amunisi, menolak seruan gencatan senjata, dan bersikap diplomatis di Dewan Keamanan PBB.
AS juga telah meminta kelompok pejuang Palestina untuk membebaskan warga Israel yang ditawan selama agresi, namun kelompok tersebut menolak sebelum ada kesepakatan gencatan senjata permanen. Saat ini, pihak kelompok pejuang masih mempertimbangkan sebuah gencatan senjata yang diusulkan selama 45 hari dan pembebasan 35 tawanan Israel sebagai imbalan atas pembebasan ribuan tawanan Palestina di penjara Israel. Kesepakatan tersebut belum dikonfirmasi.
Namun, membebaskan tawanan Israel bukanlah agenda utama bagi beberapa politisi Israel. Amichai Elhaho, Menteri Warisan Israel, memohon kepada warga Israel yang memprotes Netanyahu untuk membebaskan para tawanan, untuk berpikir “out of the box”
“Kita harus keluar dari stagnasi mental bahwa kesepakatan adalah satu-satunya cara untuk membebaskan para sandera. Moralitas Yahudi tidak membuat kita bertanggung jawab penuh atas pembebasan para tawanan,” kata Elhaho kepada radio militer pada hari Minggu (4/2)
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








