Menteri Israel Itamar Ben Gvir memuji para pemukim yang diduga membunuh seorang remaja Palestina berusia 19 tahun di Tepi Barat sebagai “pahlawan”. Menteri sayap kanan itu mengatakan pada Minggu (6/7) bahwa siapa pun yang membela diri dari “pelemparan batu” harus “menerima pujian”.
Pernyataan tersebut mengacu pada dua pemukim Israel yang terlibat dalam penembakan fatal atas Qusai Jamal Maatan di Desa Burqa, pada Jumat. Salah satu dari dua tersangka adalah mantan juru bicara anggota parlemen dari partai Otzma Yehudit (Jewish Power) pimpinan Ben Gvir. Kedua orang tersebut itu ditangkap oleh pasukan Israel pada Sabtu dan ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa jam setelah pernyataan awalnya, Ben Gvir turun ke X, yang secara resmi dikenal sebagai Twitter, untuk mengkritik media karena menyebut para pemukim sebagai tersangka pembunuh. “Seorang Yahudi yang membela diri dan orang lain dari pembunuhan oleh warga Palestina bukanlah tersangka pembunuhan, tapi seorang pahlawan yang akan mendapat dukungan penuh dari saya,” katanya.
Penembakan yang dimaksud terjadi pada Jumat malam (4/7) di Desa Burqa, sebelah timur Ramallah. Warga mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pemukim bersenjata tiba di desa dari pos permukiman terdekat dan menyerang mereka dari tiga arah. “Mereka menyerang warga dan membakar dua kendaraan,” kata saksi mata Ahmed Barakat.
Ketika pemuda desa keluar untuk menghadapi para pemukim, mendorong dan melemparkan batu untuk mengusir mereka, pemukim kolonial kemudian menembakkan peluru tajam, kata Barakat. Sedikitnya tiga pemuda terluka, termasuk Maatan. Dia kemudian meninggal di rumah sakit.
Hampir 700.000 pemukim tinggal di lebih dari 250 permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Kehadiran mereka merupakan pelanggaran hukum internasional, menurut Pasal 49 Konvensi Jenewa Keempat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








