Pejabat senior polisi Israel telah mengakui bahwa polisi di Al-Quds menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina selama pekan-pekan terakhir. Ia memperingatkan bahwa jika terus dilakukan, hal tersebut dapat mengakibatkan reaksi nasional dari warga Palestina pada Ramadan.
Pada Senin sore (28/2), Ketika ribuan orang Palestina berkumpul di Kota Tua Al-Quds untuk merayakan malam Isra’ Mi’raj, polisi Israel menghadang mereka sehingga menyebabkan bentrokan. Sekitar 20 warga Palestina ditangkap, sementara Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan jumlah korban luka-luka sebanyak 36 orang. Dua anak juga terluka akibat granat kejut yang dilemparkan ke arah mereka oleh polisi Israel. Salah satunya adalah seorang gadis tuli berusia 11 tahun.
Surat kabar Israel, Haaretz, mengungkapkan bahwa pejabat senior polisi telah mengakui penggunaan kekerasan yang berlebihan dan menganggapnya sebagai tindakan yang tidak bijaksana. Berbicara kepada surat kabar itu, salah satu sumber senior mengatakan bahwa “Sesaat sebelum Ramadan, di tengah persiapan liburan, hal-hal perlu tetap tenang di Gerbang Damaskus. Apa yang kita dapat ketika seluruh dunia menyaksikan seorang gadis cacat yang terluka oleh granat kejut? Dengan foto meriam air yang menyemprot perempuan dan anak-anak?”
Bentrokan di bulan suci Ramadan adalah kejadian umum di wilayah Palestina yang diduduki, terutama di Al-Quds. Pasukan Israel sering menerapkan strategi yang membatasi kesempatan jamaah muslim Palestina untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan daerah sekitarnya.
Tahun lalu, Israel mendirikan barikade di Gerbang Damaskus untuk menghalangi jamaah yang menyebabkan bentrokan selama berminggu-minggu di kota dan sekitarnya. Kejadian tersebut mengakibatkan kematian lebih dari 200 orang Palestina dan belasan orang Israel. Pihak berwenang Israel dilaporkan tidak ingin terulangnya insiden itu.
Langkah Israel untuk membatasi kemungkinan konflik pada Ramadan tahun ini juga terlihat ketika dilaporkan bahwa polisi Israel telah memutuskan untuk tidak mendirikan penghalang di Gerbang Damaskus.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








