Otoritas Umum untuk Pemuda telah menganugerahkan “Medali Al-Quds untuk Seni dan Budaya” kepada sejumlah perintis budaya Palestina di Jalur Gaza. Medali tersebut merupakan penghargaan atas kontribusi dan peran mereka dalam memperkaya budaya Palestina, mempromosikan identitas, dan melayani kepentingan nasional. Upacara berlangsung pada Selasa (3/1), bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Malaysia. Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Administrasi Pemerintahan, Issam Al-Daalis, Kepala Otoritas Publik untuk Pemuda dan Kebudayaan, Ahmed Muheisen, sejumlah tokoh terkenal dan keluarga penerima penghargaan, serta sekelompok tokoh hukum dan akademisi.
Muheisen menekankan selama pidato mengenai pentingnya alat budaya dalam perjuangan melawan pendudukan Israel. Ia menilai bahwa acara ini merupakan undangan bagi semua seniman dan budayawan muda untuk membangkitkan tekad mereka dalam melanjutkan kreativitas yang mengusung isu-isu nasional Palestina melalui seni dan sastra dalam segala bentuknya. Ia juga menekankan bahwa upacara akan diselenggarakan setiap tahun secara teratur untuk menghormati pihak yang berpengaruh terhadap budaya Palestina. Muhaisen juga menunjukkan bahwa pendudukan memfokuskan semua upayanya di kota Al-Quds dalam rencana sistematis untuk mengubah realitasnya, memalsukan sejarah Arab dan Islamnya, serta memaksakan pembagian ruang dan waktu di Masjid Al-Aqsa. Ia menekankan pentingnya mempertahankan Al-Quds dengan segala cara yang memungkinkan.
Ketua Panitia Seleksi, Yusri Darwish, menegaskan bahwa panitia mengadakan beberapa pertemuan untuk memilih budayawan yang dihormati untuk menerima penghargaan Medali Al-Quds tahun 2022. Mereka telah melakukan upaya besar untuk menjangkau para perintis yang mengekspresikan kreativitas mereka dan berkontribusi untuk memperkaya kancah budaya di seluruh Palestina, dan memiliki peran dalam memperkuat perjuangan rakyat Palestina terhadap tanah, kesucian, dan hak mereka.
Direktur Pusat Kebudayaan Malaysia, Shadi Salem, menegaskan bahwa rakyat Palestina mengungkapkan penderitaan dan peristiwa pahit yang mereka lalui melalui lagu, puisi, cerita, nyanyian, teater, film, dan buku. Dia menunjukkan bahwa para penerima penghargaan telah mewujudkan perjuangan Palestina dan Al-Quds, menggambarkan dengan kreativitas mereka tentang budaya, sejarah, realita dan masa depan rakyat Palestina. Upacara tersebut juga meliputi operet artistik, pertunjukan artistik, dan tarian rakyat yang dibawakan oleh Asosiasi Seniman Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








