Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, pada Rabu (3/9) secara resmi mengumumkan dimulainya fase kedua Operasi “Gideon Chariots” untuk menduduki Kota Gaza. “Kami telah memasuki fase kedua operasi guna memenuhi tujuan perang. Mengembalikan para sandera adalah misi moral sekaligus nasional,” ujar Zamir kepada pasukan di lapangan.
Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah militer Israel menyatakan Kota Gaza sebagai “zona pertempuran berbahaya.” Sebelumnya, pada 8 Agustus, Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk secara bertahap menduduki kembali Jalur Gaza, dimulai dari Kota Gaza.
Pada saat yang sama, Israel juga meluncurkan satelit pengintaian militer baru sebagai bagian dari upaya memperluas kemampuan pengawasannya di seluruh Timur Tengah, termasuk di Iran dan Yaman. Kementerian Pertahanan Israel menyebut satelit itu berhasil ditempatkan di orbit pada Selasa (2/09) malam menggunakan roket Shavit dari wilayah tengah Israel.
Satelit tersebut dilengkapi teknologi radar canggih yang memungkinkan pengamatan sepanjang waktu dan dalam segala kondisi cuaca. Peluncuran ini merupakan bagian dari rencana lebih besar untuk membangun konstelasi satelit kecil yang mampu mendeteksi peluncuran rudal serta memantau aktivitas nuklir dan pengembangan senjata di kawasan.
Sumber:
MEMO








