Konvoi ambulans berbaris dari sisi Palestina di perbatasan Rafah. Di dalam salah satu ambulans, ada paramedis bernama Khader Shamout, tapi dia tidak ada di sana untuk mengangkut korban luka. Shamout kali ini menjadi korban yang terluka dalam serangan udara Israel pada 20 Oktober ketika ambulansnya dihantam. Lengannya terluka sangat parah. Awalnya, dokter mengamputasi bagian bawah sikunya tetapi infeksi berulang menyebabkan dia harus menjalani tujuh operasi dan amputasi lebih lanjut. Lengannya kini diamputasi di atas siku dan memerlukan operasi lagi.
“Rasa sakitnya luar biasa,” jelasnya. “Saya meminta Mesir memperlakukan saya dengan baik sehingga saya bisa kembali ke Gaza dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Saya harap saya akan menjalani operasi terakhir. Yang saya inginkan hanyalah berada di dekat keluarga kecil saya, putra dan bayi perempuan saya yang berusia dua tahun, dengan aman dan sehat.”
Untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober, ketika Israel memulai serangannya di Jalur Gaza, warga negara asing, beberapa warga Palestina dengan kewarganegaraan ganda, serta puluhan orang yang terluka diizinkan untuk meninggalkan wilayah tersebut. Menurut Otoritas Umum untuk Penyeberangan di Gaza, sejauh ini 76 warga Palestina yang terluka telah menyeberang ke Mesir.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 8.796 warga Palestina telah terbunuh dalam lebih dari tiga minggu serangan udara Israel, termasuk 3.648 anak-anak, dan 22.000 orang terluka. Rumah sakit, yang kewalahan karena banyaknya korban jiwa dan kehabisan bahan bakar akibat “blokade total” Israel terhadap wilayah tersebut, berada dalam kondisi kritis. Setidaknya 16 dari 35 rumah sakit di wilayah tersebut terpaksa ditutup, begitu pula 51 dari 72 klinik kesehatan primer di wilayah tersebut.
Mayor Jenderal Mohamed Shusha, gubernur Sinai Utara Mesir, mengatakan bahwa rumah sakit di wilayahnya memiliki 300 tempat tidur yang tersedia untuk pasien dari Jalur Gaza dan tim medis di perbatasan Mesir akan mengevaluasi pasien sebelum memindahkan mereka ke rumah sakit. Mesir juga telah menyiapkan rumah sakit lapangan dengan 50 tempat tidur di Sheikh Zuweid, 15 km (sembilan mil) dari Rafah, dan berencana untuk mengirim beberapa kasus yang paling serius ke rumah sakit di wilayah Sinai atau lebih jauh lagi ke Kota Ismailia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








