Komite Menteri Liga Arab di Al-Quds (Yerusalem) telah menyerukan tindakan bersama yang lebih kuat terhadap langkah-langkah Israel yang terus mengubah status quo sejarah dan hukum di kota Al-Quds. Komite membuat seruan setelah pertemuan kelima di Kairo pada Selasa (6/8) di sela-sela sesi reguler ke-158 menteri luar negeri Liga Arab.
“Negara anggota diminta untuk mendukung perjuangan warga Al-Quds (Yerusalem) dan melindungi mereka dari bahaya terus-menerus akibat pembangunan dan perluasan permukiman, pembongkaran rumah, penyitaan tanah, dan pemindahan warga Palestina,” kata komite tersebut. “Kami menegaskan kembali pentingnya tindakan bersama yang berkelanjutan untuk menghadapi kebijakan ilegal Israel, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, dan tidak sesuai dengan hak rakyat Palestina untuk hidup bebas dan aman dalam wilayah yang merdeka, berdaulat, terhubung secara geografis, dan layak.”
Al-Quds Timur adalah ibu kota negara Palestina, tambah anggota komite. Mereka menolak setiap upaya yang merusak hak kedaulatan Palestina atas kota yang diduduki dan tindakan sepihak yang mempengaruhi status hukumnya. “Adalah keharusan untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967 dan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional, Prakarsa Perdamaian Arab, dan prinsip tanah untuk perdamaian.”
Komite juga menegaskan pentingnya peran perwalian Kerajaan Yordania atas situs-situs suci Arab, Islam, dan Kristen di Al-Quds dalam melindungi situs-situs suci dan melestarikan identitas mereka serta status quo sejarah dan hukum mereka.
Selama pertemuan komite, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki memberi penjelasan kepada anggota tentang perkembangan di Palestina, terutama pelanggaran Israel di Al-Quds. “Israel bertujuan untuk mengubah status quo hukum dan sejarah Masjid Al-Aqsa,” tegasnya, “membaginya secara temporal dan spasial, memaksakan kedaulatan Israel atasnya dan memungkinkan pemukim ekstremis menyerbunya serta secara terbuka membacakan doa dan ritual Talmud.”
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, dengan anggota dari Tunisia, Aljazair, Arab Saudi, Palestina, Qatar, Mesir, dan Maroko. UEA diwakili dalam kapasitasnya sebagai anggota Arab Dewan Keamanan PBB. Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, juga hadir.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







