Lebih dari 80 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur. Dalam wawancara dengan Al-Qahera News kemarin, Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Dr. Abdallah Al-Dardari, menambahkan bahwa kehancuran tersebut mencakup infrastruktur yang dibangun oleh PBB, seperti pabrik desalinasi di Khan Yunis yang menelan biaya pembangunan sebesar $55 juta.
Ia menekankan bahwa kerugian material akibat agresi diperkirakan berkisar antara $50 hingga $60 miliar. Namun, angka pastinya baru akan diketahui setelah pertempuran berakhir dan survei teknik terperinci dilakukan untuk menilai biaya kerusakan dan rekonstruksi.
Al-Dardari menegaskan bahwa Jalur Gaza sedang mengalami malapetaka yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan menekankan bahwa membandingkan situasi di Gaza dengan bencana lain sangatlah sulit.
Pejabat PBB tersebut juga menyatakan, “Kita tidak bisa menunggu hingga sehari setelah pertempuran usai untuk mulai menyediakan layanan penting bagi rakyat Palestina. Tim kami sudah berada di lapangan. Kami siap dan hadir di Gaza untuk bekerja di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, energi, air minum, dan pengelolaan limbah padat.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








