Sebuah laporan baru menemukan bahwa lebih dari 400 perempuan dari Sierra Leone yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Oman menjadi korban perdagangan manusia. Laporan yang diterbitkan oleh Do Bold, sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan hak-hak pekerja migran, mengungkapkan praktik kekerasan yang meluas dan sistemik terhadap para perempuan tersebut, termasuk kerja paksa. Banyak yang mengalami penipuan saat perekrutan, jam kerja yang panjang, pembatasan gerak dan diskriminasi, serta sekitar sepertiga dari mereka mengalami pelecehan seksual.
Menurut Do Bold, ada sekitar 158.537 pekerja rumah tangga migran di Oman yang sering menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kerja paksa, pencurian upah, dan kekerasan fisik. Laporan tersebut merinci bagaimana para wanita dari Sierra Leone ini terperangkap di Oman dan tidak memiliki akses ke mekanisme pengaduan atau tindakan perlindungan apa pun terhadap mereka. Mereka sering kali harus membayar biaya untuk melarikan diri. Ada kesenjangan dalam undang-undang yang memberi majikan kekuasaan lebih besar daripada mengatur hak pekerja rumah tangga.
Sistem kafala (sponsor) digunakan di Teluk untuk memantau pekerja migran dan memberi majikan kendali berlebihan atas mereka, serta memfasilitasi pelecehan dan eksploitasi mereka, menurut Human Rights Watch (HRW). Mariama, salah satu perempuan
pekerja yang diwawancarai untuk laporan Do Bold, mengatakan bahwa ketika dia mencoba kembali ke Sierra Leone, ‘agen perekrutannya’ memukulinya kemudian menguncinya di sebuah ruangan tanpa makanan atau air selama seminggu.
Fatmata memberi tahu Do Bold bahwa di rumah tempat dia bekerja, dia harus tidur di lorong karena tidak diberi tempat tidur atau kamar. Majikannya juga menurunkan gajinya hingga 40 persen. Perekrutan sering dilakukan dengan membohongi pekerja bahwa mereka akan dipekerjakan di AS atau Inggris.
Aisha, salah seorang pekerja diberitahu bahwa dia telah diberi pekerjaan di Irak sebagai pekerja rumah tangga, tetapi pada 2021 ia mendarat di Oman. Dia dibayar hampir $300 sebulan lebih sedikit dari yang dijanjikan dan bekerja 18 jam sehari. Do Bold meminta pemerintah Oman untuk memantau perdagangan manusia dan mengizinkan pekerja rumah tangga di negara itu untuk mendapatkan keadilan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







