“Serangan Israel terhadap kota Almat di Distrik Jbeil membunuh 23 orang, termasuk tujuh anak-anak, dalam jumlah korban yang diperbarui tetapi belum final,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan pada Ahad (10/11).
Kementerian tersebut mengatakan jumlah korban terbunuh kemungkinan akan bertambah karena petugas penyelamat terus mencari korban di bawah reruntuhan.
Dikatakan juga bahwa beberapa bagian tubuh telah ditemukan dari lokasi tersebut dan sedang menjalani uji DNA untuk mengidentifikasi mereka.
Imran Khan reporter dari Al Jazeera mencatat bahwa ini adalah kedua kalinya wilayah tersebut diserang sejak pertempuran Israel di Lebanon meningkat.
“Sekarang sangat jelas bahwa beban kehancuran yang terjadi, baik di selatan maupun di wilayah lain Lebanon, ditanggung oleh warga sipil,” kata Khan.
Sejak 27 September, militer Israel telah mengeluarkan beberapa peringatan evakuasi, memerintahkan penduduk untuk meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 3.130 orang terbunuh di Lebanon sejak agresi Israel dimulai pada Oktober tahun lalu, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sebagian besar dari mereka terbunuh sejak 23 September, ketika Israel melancarkan kampanye pengeboman skala besar di seluruh Lebanon dan invasi darat.
Sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








