Lebih dari 100 LSM internasional, termasuk Oxfam dan Dokter Lintas Batas (MSF), menyerukan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan “penggunaan bantuan sebagai senjata” di Gaza dan mencabut proses registrasi ketat bagi organisasi kemanusiaan.
Dalam surat terbuka yang dirilis pada Kamis (14/08), organisasi seperti Norwegian Refugee Council dan Save the Children menegaskan bahwa meski Israel mengklaim tidak membatasi masuknya bantuan, kenyataannya sejak 2 Maret sebagian besar LSM besar internasional tidak dapat mengirim satu truk pun pasokan penyelamat nyawa ke Gaza. Sejak blokade ketat dimulai, Israel memberlakukan berbagai hambatan birokratis dan fisik yang menurut para ahli, termasuk dari PBB, menjadi faktor utama kelaparan mematikan di Gaza.
Permintaan dari puluhan LSM untuk membawa bantuan ditolak dengan alasan mereka “tidak berwenang menyalurkan bantuan”. Lebih dari 60 permintaan ditolak pada Juli, sementara 10 LSM dicabut izinnya, termasuk Rahma Worldwide Aid and Development dan Catholic Relief Services. Aturan baru sejak Maret memungkinkan Israel menolak izin berdasarkan pandangan politik, melarang organisasi yang mengkritik pendudukan atau mendukung boikot, serta mewajibkan pengungkapan data donor dan staf yang dilarang oleh banyak negara, langkah yang dinilai sebagai penyaringan ideologis tanpa bukti.
Akibatnya, jutaan dolar berupa makanan, obat-obatan, air, dan perlengkapan tempat tinggal tertahan di gudang di Yordania dan Mesir, sementara warga Palestina terus menghadapi kelaparan. Desakan tersebut menilai proses registrasi dan inisiatif “Gaza Humanitarian Foundation” sebagai bagian dari taktik Israel untuk menghalangi bantuan, menyingkirkan pekerja kemanusiaan Palestina, dan mengganti lembaga kemanusiaan terpercaya dengan mekanisme yang melayani tujuan politik dan militer.
Para penandatangan mendesak negara dan donor untuk mengakhiri hambatan birokrasi, menolak permintaan berbagi data sensitif, dan menuntut pembukaan perbatasan darat dengan segera dan tanpa syarat. Badan Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, membantah “tuduhan” ini. Seorang direktur lembaga kemanusiaan Eropa menyebut surat tersebut sebagai “tanda keputusasaan”, ibarat mengirim sinyal dari kapal di tengah laut sambil berharap ada yang melihat dan bertindak. Ia memperingatkan, jika registrasi tidak diberikan sebelum 9 September, “kondisinya akan jauh lebih buruk daripada sekarang.”
Sumber:
Over 100 Groups Condemn Israel’s ‘Weaponization of Aid’ in Gaza








