Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa lebih dari satu juta orang telah mengungsi di bagian selatan dan utara Jalur Gaza sejak 6 Mei. Ini terjadi setelah Israel menduduki koridor Philadelphia, perbatasan antara Rafah dengan Mesir, selain melakukan pengeboman dan serangan artileri di wilayah lainnya, seperti di Jabalia dan Nuseirat.
Dengan adanya penutupan perbatasan Gaza yang diberlakukan oleh Israel, badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa pusat kesehatan mereka tidak menerima pasokan medis selama 12 hari, yang secara khusus memengaruhi persediaan antibiotik untuk anak-anak dan obat antiepilepsi, kata OCHA dalam laporan situasi terbarunya.
“Lebih dari lima persen dari populasi Gaza telah terbunuh, terluka, atau hilang. Diperkirakan setidaknya 3.000 perempuan menjadi janda, 10.000 anak menjadi yatim piatu, 17.000 anak kehilangan pendamping atau terpisah, dan lebih dari satu juta orang kehilangan rumah mereka,” kata OCHA.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








