Lebih dari 1.500 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza utara sejak bulan lalu, kata Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis (7/11).
“Tentara Israel telah membunuh lebih dari 1.500 warga Palestina selama operasi militer di Gaza utara,” kata Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kemenkes.
“Tentara terus melakukan pembantaian dan menargetkan tempat penampungan serta warga sipil di Gaza utara, menyebabkan kematian di tengah sistem perawatan kesehatan yang terbebani,” lanjutnya.
Sebelumnya, Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Kota Beit Lahiya, Gaza utara, mengatakan bahwa rumah sakit beroperasi dengan sumber daya yang terbatas di tengah serangan Israel yang mematikan di wilayah tersebut.
Kemudian, pada Kamis (7/11) malam Israel melancarkan serangannya ke Jabalia di Jalur Gaza utara. Jet tempur Israel mengebom sebuah rumah di Kamp Pengungsi Jabalia, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kata para saksi.
Sementara itu, lima orang terluka dalam serangan lain di dekat Sekolah Abu Hussein di Jabalia, Rumah Sakit Al-Awda di Gaza utara mengonfirmasi.
Tentara Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza utara sejak bulan lalu dengan dalih mencegah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, untuk berkumpul kembali. Namun, warga Palestina menuding Israel ingin menduduki wilayah tersebut dan memaksa penduduknya untuk mengungsi.
Israel telah melanjutkan serangan yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober 2023, membunuh hampir 43.500 orang dan membuat wilayah tersebut hampir tidak layak huni.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di wilayah yang diblokade tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








