Lebanon telah mengonfirmasi kasus kolera pertamanya sejak dimulainya serangan Israel pada bulan lalu, kata sejumlah pejabat Rabu (16/10).
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan pihaknya telah diberitahu pada Senin (14/10) tentang potensi kasus kolera di wilayah Akkar di utara dan memverifikasi infeksi tersebut pada Rabu.
Orang yang terinfeksi adalah seorang perempuan dari Kota Sammouniyeh di Akkar. Ia kini dirawat di rumah sakit karena mengalami dehidrasi parah dan diare berair.
Kementerian sedang mengumpulkan sampel dari mereka yang melakukan kontak dekat dengannya untuk mengidentifikasi infeksi tambahan. Selain itu, kementerian telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan apakah kontaminasi air merupakan sumber wabah kolera, setelah mengirim sampel air untuk diuji.
Lebanon akan mengaktifkan rencana tanggap kolera nasional dan menerapkan langkah-langkah penanggulangan, tambah kementerian tersebut. Kolera, penyakit yang ditularkan melalui air, dapat menyebabkan diare yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak yang kekurangan gizi di bawah usia 5 tahun.
Pada Oktober 2022, Lebanon melaporkan kasus kolera pertamanya sejak 1993, menandai kembalinya penyakit tersebut setelah hampir tiga dekade.
Wabah tersebut berlangsung selama beberapa bulan, dan negara tersebut secara resmi menyatakan diri bebas kolera pada bulan Juli 2023.
Kasus terbaru ini terjadi di tengah pengungsian massal yang disebabkan oleh serangan Israel selama berpekan-pekan sejak 23 September, yang menyebabkan tempat penampungan penuh sesak dan meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran penyakit menular.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








