Kepala UNRWA Philippe Lazzarini pada Rabu mengecam serangan Israel terhadap sekolah UNRWA di Kota Gaza, yang merupakan serangan terbaru dalam serangkaian serangan mematikan Israel terhadap sekolah-sekolah yang melindungi pengungsi Palestina di Gaza.
“Apakah masih ada kemanusiaan yang tersisa? Laporan tentang serangan mengerikan lainnya terjadi hari ini di salah satu sekolah UNRWA kami di Kota Gaza. Anak-anak dilaporkan terbunuh dan terluka. Beberapa terbakar sampai mati,” kata Lazzarini dalam sebuah posting di X.
“Gaza bukan lagi tempat untuk anak-anak. Mereka adalah korban pertama dari perang yang tak kenal ampun ini. Kita tidak bisa membiarkan hal yang tak tertahankan menjadi norma baru. Sudah cukup. Gencatan senjata sudah seharusnya terjadi.”
Pada Rabu (21/8) kemarin, Defense for Children International Palestine (DCIP) telah merilis laporan yang menuding Israel telah melakukan strategi luas untuk “menangkap dan menyiksa anak-anak Palestina di Jalur Gaza”.
Laporan tersebut mengatakan bahwa sejumlah anak telah digunakan sebagai tameng manusia, mengutip anak-anak yang mengatakan mereka telah menjadi sasaran penyiksaan dan pelecehan sistemik.
“Mereka menghina kami. Mereka menampar wajah saya, menendang perut dan pinggang saya. Saya hampir mati karena penyiksaan itu,” kata Karim, seorang anak berusia 12 tahun dari Gaza. “Kemudian mereka menyuruh kami berjalan di depan buldoser dan tank di jalan-jalan agar perlawanan tidak menyerang mereka.”
‘Mereka menelanjangi kami, menutup mata kami, mengikat kami, dan memukuli kepala kami.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








