• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 8, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Laporan The Economist: Gaza Jadi Wilayah dengan Konsentrasi Ranjau dan Bom Tidak Meledak Tertinggi di Dunia

by Adara Relief International
November 17, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Laporan The Economist: Gaza Jadi Wilayah dengan Konsentrasi Ranjau dan Bom Tidak Meledak Tertinggi di Dunia
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah laporan terbaru dari The Economist memperingatkan bahwa Gaza kini mungkin memiliki konsentrasi bom dan amunisi yang tidak meledak (UXO) tertinggi dibandingkan zona konflik mana pun di dunia. Ancaman ini diperkirakan akan membahayakan warga sipil selama puluhan tahun, bahkan setelah serangan udara Israel berhenti.

Bahaya terbesar tersembunyi di bawah puing-puing bangunan. Pasukan pendudukan Israel menjatuhkan banyak bom berfitur sumbu tunda yang dapat meledak dalam hitungan hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan kemudian. Kondisi ini menyulitkan upaya pembersihan dan mengancam warga yang mulai kembali ke wilayah tempat tinggal mereka.

Menurut data PBB yang dikutip dalam laporan tersebut, setidaknya 53 warga telah terbunuh dan ratusan lainnya terluka akibat sisa bom dan ranjau yang tidak meledak. Namun, organisasi kemanusiaan meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Salah satu kasus paling memilukan menimpa dua anak kembar berusia enam tahun, Yahya dan Nabila al-Sharbasi, yang mengalami luka parah ketika bermain dengan benda yang mereka kira mainan, padahal itu merupakan sebuah bom yang belum meledak di wilayah rumah mereka yang hancur. Lembaga bantuan menegaskan bahwa insiden semacam ini menunjukkan betapa rentannya anak-anak di kawasan permukiman Gaza yang padat.

PBB memperkirakan lebih dari 7.000 ton bahan peledak yang tidak meledak tersebar di sekitar 40% wilayah pemukiman Gaza, dengan konsentrasi tertinggi di Beit Hanoun, Beit Lahia, dan Jabalia.

Organisasi kemanusiaan Humanity & Inclusion memperkirakan bahwa pembersihan total bisa memakan waktu 20–30 tahun, bahkan lebih lama tanpa dukungan internasional. “Pembersihan puing sepenuhnya tidak akan pernah terjadi,” kata Nick Orr, ahli penjinakan bahan peledak. “Banyak yang terkubur sangat dalam dan kita akan menemukannya hingga beberapa generasi.”

The Economist mencatat bahwa bahkan tim PBB masih kesulitan membersihkan sisa bom dan ranjau di Kota Mosul setelah bertahun-tahun perang melawan ISIS. Namun, Gaza mengalami bombardir yang jauh lebih intens, membuat proses penjinakan di sana jauh lebih rumit dan berbahaya.

Upaya pembersihan juga terhambat oleh pembatasan ketat Israel yang mencegah masuknya tim ahli, peralatan penting, maupun pelatihan profesional bagi pekerja Palestina. Banyak alat penting diklasifikasi sebagai material “dual-use” sehingga dilarang masuk.

Akibatnya, tim lokal terpaksa berimprovisasi, misalnya menggunakan kantong makanan bekas yang diisi pasir sebagai pelindung ledakan darurat.

Baca Juga

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Laporan itu menyimpulkan bahwa Gaza kini menghadapi salah satu tantangan kontaminasi bahan peledak terbesar di dunia. Berbeda dengan Mosul dan kota lain pascaperang, penduduk Gaza tidak dapat dievakuasi selama proses pembersihan karena tidak ada zona aman setelah Israel menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil di seluruh wilayah

Sumber: Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

10.000 Pasien Meninggal akibat Runtuhnya Sistem Kesehatan, 900 Lainnya Terbunuh Menunggu Evakuasi Medis di Gaza

Next Post

Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
23

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
14
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
28
Next Post
Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630