Dari 1.851 permohonan izin yang diajukan pasien dari Jalur Gaza untuk berobat di Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem) Timur, atau di rumah sakit Israel, hanya 1,492, atau 81% permohonan yang disetujui pada bulan Juli. Sementara itu di Tepi Barat, dari 8,678 permohonan yang diajukan pada bulan Juli untuk perawatan medis di Al-Quds (Yerusalem) Timur atau rumah sakit Israel, hanya 6,477 atau 75% yang disetujui. Angka tersebut 7% lebih rendah dari tingkat persetujuan rata-rata pada 2022, menurut laporan WHO tentang hambatan bagi pasien di wilayah Palestina.
Menurut laporan tersebut, 10 permohonan izin pasien laki-laki dan dua perempuan, 1% dari total pasien Gaza, ditolak pada bulan Juli. Lima dari 12 permohonan pasien ini ditujukan untuk orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun, tiga untuk orang dewasa berusia 41-60 tahun, dan empat untuk pasien berusia di atas 60 tahun. Enam pasien mempunyai janji untuk onkologi; dua untuk penyakit dalam; dan masing-masing satu untuk neurologi, bedah umum, bedah jantung, dan oftalmologi. Sembilan orang akan dikirim ke rumah sakit di Tepi Barat di luar Yerusalem Timur dan tiga orang ke Yerusalem Timur.

Sebanyak 230 pasien laki-laki dan 117 pasien perempuan yang mengajukan permohonan izin dari Gaza, atau 19% dari total, mengalami penundaan akses terhadap layanan, dan tidak menerima tanggapan pasti terhadap permohonan mereka pada tanggal janji temu mereka di rumah sakit. Dari permohonan yang tertunda, 22% (78 permohonan) ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun, sedangkan 8% (27) ditujukan untuk pasien berusia di atas 60 tahun. Sebagian besar permohonan yang tertunda (327 atau 94%) diklasifikasikan sebagai ‘dalam studi’ pada saat pasien datang ke rumah sakit. Lima permohonan tertunda berdasarkan pernyataan Koordinator Kegiatan Pemerintah tentara Israel bahwa perawatan yang sesuai tersedia di Gaza, meskipun tidak ada bukti yang mendukung klaim ini, tegas WHO.
Pada bulan Juli, 80 (Laki-laki: 58; Perempuan: 22) pasien dari Jalur Gaza diminta untuk diinterogasi sebagai prasyarat permohonan izin mereka, jumlah bulanan tertinggi dalam enam tahun – sejak Juli 2017, ketika 94 pasien diminta untuk diinterogasi. kata laporan itu. Jumlah pasien yang diminta untuk diinterogasi meningkat signifikan sejak Oktober 2022.
Sebagian besar pasien Palestina yang berasal dari Tepi Barat di luar Yerusalem Timur diharuskan mendapatkan izin untuk berobat rumah sakit di Yerusalem Timur atau Israel. Sebagian besar perempuan berusia lebih dari 50 tahun dan laki-laki berusia lebih dari 55 tahun dikecualikan dari persyaratan ini, meskipun sebagian dari mereka juga dibatasi karena alasan keamanan.
Tingkat persetujuan untuk Tepi Barat telah menurun secara bertahap sejak awal tahun ini dan saat ini masih lebih rendah dibandingkan tingkat persetujuan untuk Jalur Gaza, kata laporan itu. Terdapat 1.949 (22%) permohonan yang gagal dan 252 (3%) permohonan yang tertunda pada saat pelaporan bulanan di bulan Juli.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








