Bagi sebagian perempuan di Jalur Gaza, memasak dan menyiapkan kue Idul Fitri dianggap sebagai mata pencaharian tahunan sehingga kesempatan tersebut berubah menjadi “karnaval perempuan” di mana para perempuan berpartisipasi secara kolektif, baik dalam keluarga atau lembaga dan pabrik; untuk tujuan penjualan, pemasaran atau hanya untuk dikonsumsi oleh keluarga.
Abeer Abu Dabaa (40 tahun), seorang ibu dari lima anak dari kota Rafah di Jalur Gaza selatan, membuka dapur di rumahnya yang dinamai “Rumah Kami”, sebagai salah satu dari puluhan rumah produksi. Dia telah bekerja selama bertahun-tahun di dapurnya untuk memproduksi kue, maamoul, biskuit, kue kering, dan beberapa resep makanan lainnya. Akan tetapi, selama hari-hari terakhir Ramadhan, produksinya berlipat ganda secara drastis dan hampir setiap hari ia memenuhi permintaan pelanggan.
Kue dan maamoul dianggap sebagai dua hidangan utama di atas meja orang Palestina selama Idul Fitri. Sebagian besar perempuan di Jalur Gaza lebih suka membuat kue dan maamoul di rumah mereka sebagai tradisi untuk merayakan kegembiraan Idul Fitri, namun sebagian lain ada yang lebih suka membeli kue yang sudah jadi. Harga satu kilo kue dan maamoul di Jalur Gaza berkisar antara 15-25 shekel, tetapi juga bervariasi sesuai spesifikasinya sesuai keinginan pelanggan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







