JAKARTA-Genosida telah merenggut banyak hal yang dimiliki oleh penduduk Gaza. Banyak orang kehilangan orang-orang yang mereka cintai, juga banyak anak yang menjadi yatim semenjak genosida dimulai. Kehilangan sosok pencari nafkah dalam sebuah keluarga merupakan hal yang sangat sulit, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi. Menyadari bahwa banyak keluarga yatim di Gaza yang membutuhkan uluran tangan untuk bisa melanjutkan hidup, Adara menyalurkan bantuan bahan pokok yang memberi manfaat bagi 145 keluarga yatim di Khan Yunis dan Deir Balah.

Anadolu melaporkan pada bulan Januari 2025 bahwa 13.901 perempuan di Gaza telah menjadi janda akibat genosida. Meski laporan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak perempuan yang menjadi ibu tunggal dan anak-anak yang menjadi yatim, perlu diketahui bahwa tak sedikit dari jumlah janda tersebut yang telah memiliki anak, yang artinya anak-anak mereka telah menjadi yatim akibat genosida Israel. Genosida telah membuat jumlah ibu tunggal dan anak yatim di Gaza menjadi terlalu banyak dan setiap harinya terus bertambah, sehingga sulit untuk terdata secara akurat.
Keluarga yang kehilangan pencari nafkah di Gaza hidup penuh kesulitan, terutama karena banyak lapangan pekerjaan telah hilang akibat genosida. Sementara itu, di tengah pasokan kebutuhan yang semakin sulit didapat, para ibu diharuskan untuk bisa mencari penghasilan agar dapat memberi makan anak-anak mereka. Tetapi hal tersebut sama sekali tidak mudah, karena lapangan kerja yang tersedia untuk pekerja perempuan tidaklah banyak di Gaza, terutama di tengah genosida yang mencekik ini.

Menyadari bahwa keluarga yatim sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka di tengah genosida ini, maka Adara berinisiatif untuk mengulurkan tangan agar bisa membantu meringankan beban mereka. Pada 11 Maret 2025 (11 Ramadhan 1446 H), Adara menyalurkan bantuan bahan pokok yang memberi manfaat bagi 145 keluarga yatim di Khan Yunis dan Deir Balah. Bantuan bahan pokok tersebut terdiri dari minyak, beberapa makanan kaleng, serta bahan makanan mentah agar dapat diolah oleh penduduk Gaza untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Bantuan yang Adara salurkan memang tidak akan bisa menggantikan banyak kepala keluarga di Gaza yang telah menjadi Syuhada. Akan tetapi, bantuan bahan pokok yang berasal dari kepedulian Sahabat Adara terhadap keluarga yatim di Gaza tentunya akan sangat membantu mereka untuk bisa tetap kuat menghadapi ujian berat di bulan Ramadhan ini, dengan harapan semoga Ramadhan tahun depan dapat dilalui tanpa genosida di tanah air mereka.








