• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 8, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kritik terhadap Laporan B’Tselem “Our Genocide”: Mengapa Tidak Mengatakan ‘Genosida’ dengan Tegas?

by Adara Relief International
Agustus 6, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Kritik terhadap Laporan B’Tselem “Our Genocide”: Mengapa Tidak Mengatakan ‘Genosida’ dengan Tegas?

Warga Palestina membawa bantuan melewati Beit Lahia yang hancur di Jalur Gaza utara, pada 2 Agustus 2025. (Foto: Omar Ashtawy/APA Images)

29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada 28 Juli 2025, organisasi HAM terkemuka Israel, B’Tselem, merilis laporan setebal 88 halaman berjudul Our Genocide, yang secara eksplisit menilai Israel melakukan genosida di Jalur Gaza. Meskipun laporan ini disambut luas dan dinilai penting dalam membentuk opini publik domestik maupun internasional, respons yang terlalu antusias justru perlu ditanggapi secara kritis.

Pertama, laporan ini baru menyebut istilah “genosida” lebih dari 20 bulan setelah kelompok HAM internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan lembaga-lembaga Palestina seperti Al-Haq dan PCHR terlebih dahulu menggunakannya. Keterlambatan ini menjadi pertanyaan serius, terutama ketika laporan tersebut juga tampak menghindari penegasan secara hukum bahwa genosida memang sedang terjadi

B’Tselem memang mengakui adanya pola eliminasi kolonial dalam sejarah kekerasan Israel terhadap Palestina. Namun, laporan ini secara sadar membedakan antara genosida sebagai kategori hukum dan sebagai fenomena historis atau sosiologis. Dalam konteks ini, mereka justru menekankan keterbatasan definisi hukum internasional tentang genosida yang menuntut pembuktian niat khusus (dolus specialis) dan tidak menyediakan pembahasan mendalam mengenai elemen penting ini.

Alih-alih membuktikan dengan tegas intensi untuk menghancurkan kelompok, sebagaimana menjadi syarat utama dalam Konvensi Genosida, B’Tselem justru lebih menekankan pada dimensi sejarah, retorika, dan analisis struktural. Bahkan pembahasan mengenai niat genosida sebagian besar “dialihkan” ke laporan Amnesty International, tanpa upaya serius untuk membangun argumen hukum yang mandiri.

Padahal, pembuktian niat dapat dilakukan melalui pola tindakan dan pernyataan publik dari para pelaku, sebagaimana dijelaskan dalam yurisprudensi internasional. Banyak laporan lain, termasuk dari Amnesty, secara eksplisit menyatakan bahwa tindakan Israel memenuhi unsur genosida secara hukum, termasuk pembunuhan massal terhadap anak-anak yang seharusnya menjadi indikator penting dalam membuktikan niat khusus tersebut.

Dengan tidak menyertakan bagian khusus mengenai unsur niat genosida dan lebih memilih pendekatan struktural yang menekankan keberlangsungan rezim kolonial, laporan Our Genocide pada akhirnya justru berpotensi melemahkan kesimpulannya sendiri. Pernyataan B’Tselem bahwa “perdebatan hukum mengenai apakah Israel melakukan genosida adalah penting dan diperlukan” menjadikan laporan ini lebih menyerupai refleksi historis daripada pernyataan hukum yang eksplisit.

Baca Juga

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Di tengah proses peradilan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang tengah mengkaji tuduhan genosida terhadap Israel, laporan dari lembaga seperti B’Tselem seharusnya dapat memberikan kontribusi konkret dalam memperkuat argumentasi hukum dan fakta lapangan. Sayangnya, pendekatan yang diambil justru mengaburkan elemen kunci dari kejahatan genosida dan menunda penegakan akuntabilitas internasional yang sangat dibutuhkan.

Sumber:
https://mondoweiss.net/2025/08/btselems-flawed-report-on-gaza-names-genocide-but-evades-the-law/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tiga Warga Gaza Meninggal akibat Sindrom Guillain-Barré di Tengah Krisis Obat dan Blokade

Next Post

AdaStory (Edisi Desember 2024) – Kami Akan Terus Bertahan, Hingga Embusan Nafas Terakhir

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
23

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
15
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
29
Next Post
AdaStory (Edisi Desember 2024) – Kami Akan Terus Bertahan, Hingga Embusan Nafas Terakhir

AdaStory (Edisi Desember 2024) - Kami Akan Terus Bertahan, Hingga Embusan Nafas Terakhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630