• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Krisis Lingkungan yang Serius: 330.000 ton Sampah Padat Telah Terkumpul di Seluruh Gaza

by Adara Relief International
Agustus 8, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Krisis Lingkungan yang Serius: 330.000 ton Sampah Padat Telah Terkumpul di Seluruh Gaza

330.000 ton Sampah Padat Telah Terkumpul di Seluruh Gaza (middleeastmonitor.com)

17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kampanye militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah menciptakan bencana lingkungan yang berisiko bagi kesehatan langsung maupun jangka panjang untuk warga Palestina, menurut para ahli dan laporan terbaru, Anadolu Agency melaporkan.

Agresi Israel sejak 7 Oktober tahun lalu, telah memaksa lebih dari 85 persen penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka. Hal tersebut menyebabkan mereka tinggal berdesakan di pengungsian sementara, di tengah tumpukan sampah dan puing-puing. Pemerintah setempat berjuang untuk mengelola pengumpulan sampah karena kekurangan bahan bakar dan infrastruktur yang rusak.

Laporan oleh organisasi yang berpusat di Belanda, PAX for Peace, yang berjudul “Perang dan Sampah di Gaza” menggambarkan krisis pengelolaan limbah di wilayah tersebut. Menurut laporan itu, sedikitnya 225 lokasi pengumpulan limbah dengan berbagai ukuran tersebar di Jalur Gaza, tetapi operasi militer Israel telah merusak kendaraan pengangkut dan memblokir akses ke area pembuangan.

Hasilnya adalah ratusan ribu ton sampah padat menumpuk di jalan-jalan dan ladang. Sekitar 330.000 ton sampah padat telah terkumpul di seluruh Gaza – cukup untuk memenuhi lebih dari 150 lapangan sepak bola, menurut perkiraan UNRWA. 

Baca Juga

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Laporan tersebut memperingatkan bahwa ini adalah ancaman terselubung bagi warga Palestina yang mengungsi, seraya menyebutkan bahwa suhu tinggi, infrastruktur kesehatan yang rusak, kerawanan pangan, dan kurangnya perawatan medis sebagai faktor-faktor yang memperburuk keadaan. 

“Meskipun dampak perang terhadap infrastruktur kesehatan Gaza telah disiarkan secara luas di televisi, lensa kamera gagal menangkap situasi yang terjadi di luar rumah sakit yang tersisa di wilayah tersebut. Tanpa mekanisme pembuangan yang tepat, produk medis terpaksa dibuang di tempat terbuka. Jika tidak diolah dengan benar, limbah tersebut dapat melepaskan bahan kimia dan zat radioaktif ke dalam tanah atau air bawah tanah, yang menyebabkan penyebaran penyakit seperti Hepatitis B dan C,” kata laporan PAX for Peace yang dirilis pada Juli.

Air dan tanah yang terkontaminasi juga berpotensi memasuki rantai makanan melalui kegiatan pertanian, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi ekosistem dan populasi di luar perbatasan Gaza, demikian yang diungkapkan dalam laporan tersebut.

Gaza menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah setiap hari yang dikelola oleh 500 gerobak keledai dan 76 kendaraan pengangkut sampah. Satu kendaraan pengangkut sampah melayani sekitar 21.000 orang di sana, menurut Program Pembangunan PBB (UNDP). 

Krisis ini tidak hanya terbatas pada limbah padat. Seyfi Kilic dari Universitas Mugla Sitki Kocman di Turki mengatakan kepada Anadolu bahwa tindakan Israel telah membuat masalah lingkungan di Gaza, termasuk pembuangan limbah, menjadi tidak dapat dipisahkan.

Kilic berpendapat bahwa ini adalah bagian dari kebijakan Israel yang sudah berlangsung lama untuk membuat Wilayah Palestina tidak layak huni. Ia mengutip hukum internasional yang melarang teknik modifikasi lingkungan dalam peperangan, yang menunjukkan bahwa penggunaan senjata konvensional secara intensif oleh Israel bertujuan untuk membuat Gaza tidak layak huni.

“Gaza selalu menghadapi masalah besar terkait pasokan air dan pembuangan limbah padat dan cair karena kurangnya kewenangan penuh (dalam pengelolaan wilayah), embargo Israel, dan alasan lainnya,” katanya. “Namun, pendudukan yang parah ini membuatnya semakin sulit diatasi. Ini adalah tujuan utama Israel.”

Kerusakan lingkungan dapat menimbulkan konsekuensi yang berkepanjangan, Kilic memperingatkan, seraya menambahkan bahwa limbah dan puing bangunan yang tidak diolah dapat menyebabkan wabah malaria, kolera, dan tifus. Ia memandang hal ini sebagai bagian dari strategi militer Israel untuk mencegah warga Palestina tinggal di Gaza.

Kilic juga mencatat sejarah Israel yang merusak lahan pertanian Palestina di Gaza dan Tepi Barat. “Israel bermaksud mengubah Tepi Barat dan Gaza menjadi wilayah yang tidak cocok untuk pertanian,” katanya.

Upaya untuk menangani pengelolaan limbah di Gaza sudah ada sebelum agresi saat ini, tetapi pembatasan Israel menyebabkan sebagian besar air limbah dibuang tanpa diolah ke laut atau tanah. Sekarang, dengan jutaan orang terus-menerus mengungsi dan tinggal di tenda-tenda, Kilic yakin bahwa mengelola limbah hampir mustahil.

“Hal terpenting bagi orang-orang ini saat ini adalah kelangsungan hidup – akses terhadap makanan yang cukup,” katanya, seraya mencatat laporan tentang anak-anak dan bayi yang meninggal karena kelaparan.

“Ini semua adalah hasil dari taktik yang ditujukan untuk genosida.”

Sumber: https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Palestina dalam Gambar, Juli 2024

Next Post

Jumlah Tawanan di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Meningkat menjadi 10.000

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
24

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
15
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
32
Next Post
Jumlah Tawanan di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Meningkat menjadi 10.000

Jumlah Tawanan di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Meningkat menjadi 10.000

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630