Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa 1,9 juta warga di Jalur Gaza telah mengalami pemindahan paksa akibat agresi Israel yang berlangsung hampir dua tahun. UNRWA menegaskan bahwa penderitaan dan kehancuran yang dialami rakyat Gaza telah mencapai skala yang tak terbayangkan, kembali menyerukan gencatan senjata segera. Badan tersebut juga melaporkan biaya rata-rata perpindahan dari Kota Gaza ke selatan mencapai 3.180 dolar per keluarga, sementara lokasi penampungan di wilayah selatan penuh sesak dan tidak layak huni.
Di tengah kondisi itu, Pusat Kajian Tahanan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 360 tenaga medis Gaza ditangkap sejak 7 Oktober 2023, dengan empat di antaranya meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan dan kelalaian medis. Mereka yang ditahan termasuk dokter senior seperti Dr. Hossam Abu Safia, direktur RS Kamal Adwan, serta Dr. Mohammad Obeid dan Dr. Mohammad Zahir. Penangkapan dilakukan setelah pasukan Israel menyerbu sejumlah rumah sakit besar, termasuk Al-Shifa, Indonesia, Al-Awda, Nasser, dan Kamal Adwan, bahkan mengosongkan beberapa unit perawatan serta menangkap pasien maupun staf medis.
Beberapa tenaga medis yang gugur di penjara antara lain Dr. Adnan Ahmed Al-Bursh, kepala ortopedi RS Al-Shifa; Dr. Iyad Al-Rantisi, kepala obstetri RS Kamal Adwan; paramedis Hamdan Hassan Enaya; serta perawat Ziad Mohammad Al-Dalu. Pusat Kajian menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang melarang penargetan tenaga kesehatan dalam konflik.
Lembaga tersebut mendesak WHO dan Médecins Sans Frontières segera mengambil langkah untuk melindungi tenaga medis serta membebaskan para tahanan, terutama Dr. Abu Safia yang kesehatannya dilaporkan memburuk di Penjara Ofer.
Sementara itu, agresi Israel yang mendapat dukungan penuh Amerika Serikat terus menelan korban: lebih dari 65.000 orang terbunuh, 166.000 lebih luka-luka, 9.000 hilang, serta lebih dari 2 juta warga terusir dan hidup dalam kondisi bencana kemanusiaan yang kian memburuk.
Sumber: Qatar News Agency, Palinfo








