JAKARTA-Krisis kelaparan di Jalur Gaza semakin lama semakin parah. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa krisis kelaparan di Gaza merupakan salah satu krisis yang terburuk di dunia, menekankan bahwa 2,1 juta penduduk Gaza telah menderita kekurangan pangan yang berkepanjangan dan setengah juta orang menghadapi ancaman kekurangan gizi akut yang dapat merenggut nyawa mereka. Mengetahui bahwa banyak nyawa penduduk Gaza terancam akibat kelaparan, Adara Relief International segera mengambil tindakan dengan menyalurkan bantuan bahan makanan pokok pada 18 Maret 2025 (18 Ramadhan 1446 H) yang menjangkau 167 keluarga di Gaza utara.

Jalur Gaza telah menghadapi krisis kelaparan yang sangat parah saat ini. Sejak Israel memberlakukan blokade ketat terhadap bantuan kemanusiaan yang ingin memasuki Gaza pada 2 Maret 2025, situasi telah menjadi semakin buruk. Sejak blokade diberlakukan, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 57 anak telah meninggal akibat kekurangan gizi. Jika krisis terus berlanjut, 71.000 anak di bawah usia tahun diperkirakan akan menderita kekurangan gizi akut selama 11 bulan ke depan, berdasarkan laporan dari Integrated Food Security Phaseulation (IPC).
Anak-anak dan perempuan merupakan korban yang paling rentan menderita dampak krisis kelaparan yang sedang berlangsung di Gaza. Berdasarkan laporan dari WHO, 17.000 ibu hamil dan menyusui sangat membutuhkan perawatan kekurangan gizi akut selama 11 bulan ke depan. Jika seorang ibu menderita kekurangan gizi selama masa kehamilan, hal tersebut akan berdampak panjang pada generasi selanjutnya karena pertumbuhan anak akan terhambat, meningkatkan gangguan perkembangan kognitif, dan berisiko memiliki kondisi kesehatan yang buruk.
Di tengah krisis kelaparan dan runtuhnya seluruh fasilitas publik, penduduk Gaza saat ini sangat membutuhkan bantuan dalam segala aspek, terutama bahan makanan pokok untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, Adara Relief International berusaha mengambil tindakan nyata dengan menyalurkan bantuan bahan makanan pokok ke Gaza utara pada tanggal 18 Maret 2025. Bantuan bahan makanan pokok yang disalurkan terdiri dari beras, minyak, beberapa makanan kaleng, serta beberapa bahan makanan lainnya yang memberi manfaat bagi 167 keluarga di Gaza utara.


Terima kasih kepada Sahabat Adara yang telah menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang di tengah genosida Gaza. Semoga rezeki yang Sahabat Adara sisihkan untuk saudara-saudara kita di Gaza bisa menjadi kekuatan bagi mereka untuk bertahan hidup dan melanjutkan perjuangan melawan penjajahan dari tanah Palestina.








