Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta kembali menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, pada Selasa pagi( 15/8). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.55 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 183 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM 2.5. Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut mencatat Jakarta sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Sejumlah wilayah di Jakarta bahkan termasuk dalam kategori sangat tidak sehat pada Minggu (13/8) dengan indeks kualitas udara di atas 201, yakni Cilandak Timur dengan angka 206 dan Kebayoran Lama dengan angka 206.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan sejumlah langkah guna mengatasi masalah kualitas udara di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang sangat buruk dalam sepekan terakhir. Langkah tersebut dibagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, mengungkapkan intervensi tersebut antara lain dengan memberlakukan kebijakan Euro 5 dan 6, menambah ruang terbuka hijau (RTH), rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek, hingga menerapkan kembali kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pihaknya akan kembali memberlakukan kebijakan WFH bagi para pegawainya. Sementara itu, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro menyerahkan keputusan WFH ke manajemen masing-masing kantor.
“Pada jangka menengah, mengurangi kendaraan fosil. Kita sudah punya MRT, LRT, kereta cepat dan juga agenda elektrifikasi. Pada jangka panjang, tentu saja juga sudah kita awali yaitu mitigasi dan adaptasi iklim dengan pengawasan yang ketat di Jabodetabek,” ujar Siti. Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan memperketat pelaksanaan uji emisi. Terkait utilitas kendaraan, pemerintah mempertimbangkan untuk membuat kebijakan empat penumpang dalam satu mobil atau four in one.
Pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sekaligus meminta PLN untuk memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan bahwa 75 persen polusi udara disumbang dari sektor transportasi.
Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto juga meminta warga melakukan tindakan preventif demi mengurangi dampak kualitas udara tak sehat. Beberapa di antaranya memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin melalui diri tiap individu. Selain itu, dia menyarankan warga untuk memakai transportasi publik. “Karena memang pencegahan itu harus dilakukan sedini mungkin dan dari diri sendiri. Misalnya dengan menggunakan transportasi publik atau dengan bahan bakar berkualitas lebih baik,” ungkapnya.
Adapun, upaya jangka panjang dapat dilakukan dengan memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Presiden mengatakan harus dilakukan pengawasan terhadap sektor industri dan pembangkit listrik terutama di sekitar Jabodetabek. “Terakhir, mengedukasi publik yang seluas-luasnya,” pungkasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








