Jumlah korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat bertambah menjadi 321 orang, sebagaimana diumumkan oleh Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu (27/11). Angka itu bertambah lantaran tim gabungan menemukan tiga jenazah baru.
“Terkait dengan pencarian dan pertolongan korban, pada hari ini ditemukan tiga jenazah, sehingga (jumlah korban meninggal) di catatan kami menjadi 321 orang,” kata Suharyanto.
Usai tiga jenazah ditemukan, maka korban hilang yang masih tercatat ada 11 orang. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian. Suharyanto mengatakan sejauh ini juga masih ada 108 warga yang dirawat akibat menderita luka berat. Mengenai pengungsian, Suharyanto menyebut sejauh ini ada 352 titik dan ada 142 titik pengungsian mandiri yang didirikan masyarakat. “Artinya masyarakat ada yang mendirikan pengungsian di dekat rumah masing-masing dengan kapasitas di bawah 25 orang,” terangnya.
Sejumlah warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, memilih tidur di dekat reruntuhan rumah ketimbang di posko pengungsian karena khawatir ada maling. Salah satu warga, Yudi (46 tahun), memilih bertahan dengan tetap bermalam di kawasan rumahnya di RT 3 RW 2, pasca gempa magnitudo 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) lalu. “Saya tidak akan pergi, rumah saya ini, setiap hari saya tidur di sini,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, pada Minggu sore (27/11).
Menurutnya, di tengah kondisi bencana seperti ini banyak orang tidak dikenal berdatangan ke lokasi-lokasi reruntuhan dan ada kemungkinan muncul orang-orang tak bertanggung jawab yang mau mencuri dalam kondisi sulit.
Terkait rumah dan infrastruktur rusak, Suharyanto mengatakan, angkanya akan berkembang. Pada Minggu pagi Bupati Cianjur melepas tim pendataan gabungan, baik unsur pemda, TNI, Polri, maupun perguruan tinggi, untuk mendata rumah yang mengalami rusak berat, sedang, ringan, serta seluruh infrastruktur.
Suharyanto menjelaskan, data akan berkembang dan berubah setiap hari karena temuannya juga berubah. Namun, untuk sementara disampaikan rumah rusak berat sebanyak 27.434 unit, rusak sedang 13.070 unit, dan rusak ringan 22.124 unit, dengan total 62.628 unit. Untuk infrastruktur, terdapat sekolah rusak sebanyak 398 unit, tempat ibadah 160 unit, faskes 14 unit, dan gedung kantor 16 unit.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








