Pencarian korban longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), masih terus berlangsung. Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan bahwa pada hari keempat pencarian Tim Gabungan Tanggap Bencana Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur telah menemukan sembilan jenazah yang terkubur di Desa Pangkalan. Dengan adanya temuan itu, jumlah jenazah yang sudah ditemukan seluruhnya berjumlah 24. “Siang kemarin ada 15 jenazah, dan bertambah sembilan jenazah pada sore hari, sehingga total seluruhnya menjadi 24 jenazah, sementara masyarakat yang belum ditemukan menjadi 35 orang,” kata Wan Siswandi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu malam (8/3).
Saat ini tim evakuasi yang bekerja di Natuna merupakan gabungan dari Basarnas, BPBPD, TNI, Polri, dan relawan yang terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Letjen Suharyanto mengatakan personel tim satgas gabungan akan ditambah, mengingat medan cakupan yang terdampak tanah longsor cukup luas dan memerlukan lebih banyak lagi anggota. “Alhamdulillah hari ini tim evakuasi mendapatkan tambahan personel dari Polda Kepri sebanyak 105 personil yang baru tiba tengah malam tadi,” kata Suharyanto melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/3).
Sementara itu, pengungsi akibat longsor pada Senin (6/3) berjumlah 1.216 orang. Detail penampungan yakni, di gedung PLBN Serasan sebanyak 219 orang, pengungsian Puskesmas sebanyak 215 orang, pengungsian Pelimpak dan Masjid Al Furqon sebanyak 500 orang, pengungsian di SMA Negeri 1 Serasan sebanyak 282 orang. Lebih jauh, Wan Siswandi mengatakan, untuk rumah yang tertimbun, saat ini menjadi 30 rumah dari sebelumnya 27 rumah yang terdata.
Pemerintah Kabupaten Natuna berencana merelokasi kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar kawasan terdampak longsor Natuna di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, rencana itu disampaikan Pemkab dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Bupati Natuna Wan Siswandi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan.
“(Pemkab) akan memindahkan 100 kepala keluarga di tempat yang baru,” ujar Suharyanto dalam keterangannya pada Kamis (9/3). Suharyanto menyatakan BNPB mendukung hal tersebut sebagai upaya mengurangi dampak risiko bencana tanah longsor. Suharyanto memastikan proses pembangunan rumah relokasi warga terdampak tanah longsor Natuna akan dikerjakan sepenuhnya oleh Kementerian PUPR dengan pembiayaan dari BNPB. Program relokasi ini akan dilakukan setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








