fbpx
Kondisi Keluarga Gaza Palestina: Berhutang untuk Makanan Hingga Obat-Obatan

Kondisi Keluarga Gaza Palestina: Berhutang untuk Makanan dan Obat-Obatan

Kondisi keluarga di Gaza, Palestina sungguh memprihatinkan. Muhammad Abu Amra (33) dan keluarganya tinggal di daerah Deir al-Balah, Gaza tengah, Palestina. Ia menderita diabetes dan tidak mampu membayar pengobatan.

Sebanyak dua suntikan insulin per hari dibutuhkan dengan harga lebih dari USD7 setiap suntikannya. Lantaran tidak memiliki biaya, ia mendapat obat dengan berhutang. Kini, hutangnya pada dua apotek terus meningkat.

Tidak hanya hutang biaya suntik, Muhammad juga menunggak tagihan sebesar USD200 kepada sebuah supermarket. Ia tidak memiliki pekerjaan sehingga hanya memiliki sedikit uang untuk membeli bahan makanan.

“Kadang-kadang saya harus mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok, seperti popok, tisu, garam, dan gula dengan berhutang,” kata Mansoura, istri Muhammad.

“Sebagian besar makanan yang saya buat untuk anak-anak bergantung pada sayuran termurah yang bisa saya temukan, seperti kentang dan terong,” Mansoura menambahkan. “Kami hanya makan daging merah atau ayam setiap enam bulan sekali. Anak-anak saya tidak minum susu sehingga saya sangat khawatir ini akan membahayakan kesehatan mereka dalam jangka panjang.”

Setiap tiga atau empat bulan, keluarga Abu Amra menerima paket bantuan dari UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina. Paket bantuan berisi tepung terigu, beras, dan minyak goreng. Menurut Mansoura, umumnya isi paket tersebut habis dalam waktu satu bulan.

Ketidaksejahteraan keluarga Abu Amra di Gaza, Palestina juga terlihat dari kondisi rumah mereka yang memilukan. Dinding dan langit-langit rumah mereka berlubang sehingga saat musim panas tiba, suhunya tak tertahankan. Kelima anaknya banyak terkena gigitan nyamuk.

“Saya merasa tidak berdaya dan putus asa,” kata Muhammad. “Tanggung jawab saya terus bertambah tetapi karena kondisi kesehatan saya, saya tidak dapat memenuhinya. Dan situasi ekonomi yang dihadapi keluarga saya sangat buruk. ” pungkasnya.

 

Sumber: electronicintifada.net

Cari tahu info terbaru mengenai Palestina dengan klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas