Komisi Urusan Tawanan mengatakan pada Selasa (27/9) bahwa pengacaranya, Hiba Saleh, mendokumentasikan pemukulan brutal terhadap dua anak Palestina di bawah umur di tangan pasukan Israel selama penahanan.
Menurut pengacara, Diyar Ivan Salibi (16 tahun), dari kota Beit Ummar di selatan Tepi Barat, telah dipukuli, ditendang, dan diserang dengan popor senjata ketika pasukan menangkapnya di rumahnya sebelum membawanya ke penjara. Pasukan menahannya di pusat interogasi di sebuah permukiman selama sembilan hari sebelum memindahkannya ke Penjara Damon di utara Israel.
Baca juga: Bukan Setetes Air, Namun Sebuah Lautan
Ahmad Ziad Nimr, (17 tahun), dari Kufr Aqab, lingkungan Al-Quds (Yerusalem) utara, ditahan di dekat Gerbang Singa di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem). Dia dipukuli habis-habisan oleh polisi Israel sebelum ditangkap dan dibawa ke kantor polisi Kompleks Rusia di Al-Quds (Yerusalem) Barat untuk diinterogasi selama satu jam.
Kaki dan tangan remaja tersebut kemudian diborgol. Ia dibawa ke ruang interogasi nomor 4 yang terkenal karena tindakan brutal di dalamnya dan tidak memiliki kamera. Di sana, dia dipukuli dengan kejam dan diinterogasi selama dua jam. Nimr kemudian dibawa ke pengadilan, divonis perpanjangan masa penahanan. Ia kembali dipukuli habis-habisan sebelum dibawa ke bangsal anak di bawah umur di penjara Damon.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








