Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat di daerah terpencil yang paling parah dilanda gempa Maroko. Tim SAR dari Spanyol, Inggris, dan Qatar telah bergabung dalam upaya penyelamatan di Maroko setelah gempa berkekuatan 6,8 skala Richter terjadi pada Jumat (8/9) malam di Pegunungan High Atlas, dengan pusat gempa 72 km (45 mil), barat daya Marrakesh.
Seorang ibu – warga Desa Tinmel, sebuah desa terpencil yang dekat dengan pusat gempa, mengatakan bahwa mereka telah berbagi makanan, air, dan obat-obatan. Selain itu mereka sangat membutuhkan tenda dan selimut untuk berlindung dari dinginnya malam pegunungan. Ibu satu anak berusia 15 hari itu mengaku membutuhkan susu formula dan obat untuk bayinya.
Laporan awal menunjukkan bahwa sekitar 100.000 anak terkena dampak gempa. Meskipun Badan Anak-Anak PBB belum mengetahui secara pasti jumlah anak yang terbunuh dan terluka, perkiraan terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa anak-anak mewakili hampir sepertiga populasi Maroko.
Penggembala kambing dari komunitas kecil di Pegunungan Atlas mengatakan dia dihantui oleh keputusan yang harus diambilnya. Tayeb sedang bersama istrinya, dua anak, dan orangtuanya pada Jumat (8/9) malam ketika rumah kecil mereka diguncang gempa bumi.
“Semua terjadi begitu cepat. Ketika gempa terjadi, kami semua berlari ke pintu. Ayah saya sedang tidur dan saya berteriak pada ibu saya untuk datang, namun dia tetap di belakang untuk ayah,” kenangnya. Di sisi lain, ia hanya bisa melihat istri dan putrinya.
Saat ia berjalan kembali ke gedung yang runtuh, Tayeb menemukan putra dan orangtuanya terperangkap di bawah puing-puing. Dia bisa melihat tangan putranya menyembul dari balik reruntuhan. Ia kemudian menggali puing-puing untuk menarik putranya keluar.
Ketika dia menoleh ke orang tuanya, yang terjebak di bawah lempengan batu besar, dia mengatakan semuanya sudah terlambat. “Saya harus memilih antara orang tua dan anak saya,” katanya sambil berlinang air mata. “Saya tidak bisa membantu orang tua saya karena tembok itu runtuh dan menutupi separuh tubuh mereka. Sedih sekali. Saya melihat orang tua saya sekarat.”
Tayeb menunjuk noda pada celana jinsnya yang berwarna terang, mengatakan bahwa ini adalah darah orang tuanya. Semua pakaiannya ada di rumahnya, dan dia tidak bisa berganti pakaian sejak gempa terjadi.
Pemerintah melaporkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 2.862 orang dan 2.562 orang terluka. Pascagempa, warga Maroko mengunggah video-video yang memperlihatkan dampak gempa. Guncangan gempa menghancurkan desa-desa di Pegunungan Atlas hingga kota bersejarah Marrakesh, termasuk bangunan di Kota Tua Marrakesh, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan signifikan pada Masjid Tinmel yang telah berdiri sejak abad ke-12.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








