• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Desember 17, 2025
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Kisah Pilu Pengungsi Palestina di Lebanon

by Adara Relief International
April 8, 2017
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kisah Pilu Pengungsi Palestina di Lebanon
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Catatan pertemuan Pengurus Adara Relief Internasional dengan Direktur Pelaksana Human Association For Relief and Development (HARD), Abu Umar Ahmad Yasin. HARD adalah sebuah lembaga kemanusiaan untuk pengungsi Palestina di Lebanon.

Pendudukan Israel atas salah satu tanah suci Umat Islam, serta catatan hitam kejahatan kemanusiaan dan kebiadaban yang dilakukan sejak 1948, memaksa bangsa Palestina hidup dalam kenyataan pahit bertahan di negeri sendiri atau mengungsi ke negeri orang.

Sebaran para pengungsi Palestina ke beberap wilayah sekitar seperti Lebanon, Suriah, Yordan, Turki dan lain-lain mencatatkan kisah pilu para pengungsi. “Suatu saat jika berkesempatan datanglah ke tempat pengungsian kami. Mungkin itu akan jauh lebih menggambarkan pedih yang tak mungkin bisa diwakilkan lewat cerita saya kini,” tutur Abu Umar, salah seorang pèngungsi Palestina di Lebanon yang sejak 15 tahun terakhir aktif memimpin beberapa lembaga kemanusiaan untuk pengungsi Palestina.

Terdapat 12 titik kamp pengungsi Palestina di Lebanon, dengan luas tidak lebih dari 2 km2 pertitik yang dihuni oleh total 400.000-an pengungsi. Angka tersebut berdasarkan data dari UNRWA sejak kurun waktu kurang lebih 70 tahun.

Terbatasnya luas kamp pengungsi dengan jumlah yang terus bertambah menyisakan berbagai persoalan sosial, menyebabkan meningkatnya kriminalitas dan rusaknya akhlak. Lebih dari itu pemerintah Lebanon yang tidak berpihak pada mereka melengkapi kepedihan yang harus diterima dengan lapang dada dan iman yang tak boleh surut.

Jumlah pengungsi wanita yang mencapai 48% dari total pengungsi, memiliki peran tersendiri bagi bertahannya anak-anak dan keluarga dalam sempitnya kehidupan. Meski demikian, para janda dan anak-anak yatim diantara mereka menjadi persoalan yang cukup berat bagi para pengungsi karena minimnya bantuan internasional terutama UNRWA dan lembaga-lembaga dunia maupun dari negara-negara muslim lainnya.

Ada 72 profesi yang tidak boleh mereka jalani, seperti dokter, guru dan seluruh profesi prestise yang dicitakan oleh para pelajar untuk mendapatkan kemuliaan hidup. Bertani atau sebagai pekerja bangunan mungkin itu pilihan untuk mencari penghidupan walau untuk itupun mereka harus berjuang mendapatkan izin bekerja dengan segudang persyaratan yang memberatkan. Sebuah ironi tentang hak asasi manusia di era milenium yang sulit diterima akal sehat dan hati yang bersih.

Tak ada hak kepemilikan tanah. Jikapun ada yang mampu membelinya maka tanah tersebut harus atas nama warga Lebanon dan tidak dapat diwariskan, karena setelah pemilik wafat maka kepemilikan akan diambil alih negara.

Tak ada penambahan luas kamp pengungsi meski penghuninya jelas bertambah. Kesempatan memperluas bangunan tempat tinggal hanya dapat dilakukan ke atas, lagi-lagi dengan izin yang tidak akan dengan mudah di dapat. Harus dengan biaya yang tinggi, sogokan atau pilihan dilematis dengan menjadi mata-mata.

Atas dasar apakah semua ini terjadi? Alasan demi keamanan hanyalah dalih mereka mengeruk keuntungan di atas penderitaan saudara-saudara Palestina kita. Tidak cukup penderitaan yang mereka dapat, dalam suasana terhimpit mereka seringkali pula menjadi komoditas kepentingan politik penguasa.

Maka dengan jiwa besarnya bangsa Palestina di Gaza mengatakan, “Apa yang dialami kalian di Lebanon sebenarnya jauh lebih menyedihkan dibanding sulitnya kehidupan dalam tekanan blokade di Gaza, karena kami masih tinggal di tanah air sendiri, sementara kalian hidup di negeri orang.”

Lebanon mungkin menjadi Yatsrib bagi Muhajirin Palestina, namun tak ada saudara-saudara Anshor mereka temui di sana. Meski bukan Indonesia tempat hijrah mereka namun cinta bangsa Indonesia lewat lembaga-lembaga kemanusiaan untuk Palestina -termasuk Adara Relief Internasional- menjadi alasan mereka menganggap kita adalah saudara Anshor mereka.

Ya Rabb.. Jika itu yang mereka persangkakan pada kami izinkan kami memiliki jiwa para Anshor yang Kau abadikan dalam firmanMu, “…mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.”
(QS Al-Hasyr 9)

Sungguh pelajaran dari para Muhajirin Palestina dalam 3 (tiga) harapan dan cita-cita yang tak pernah pudar dalam diri mereka, yaitu kembali ke Palestina, tetap menjaga kemuliaan hidup, dan kembali ke tanah air dalam keadaan mulia, meski mereka tak dilahirkan di sana. Harapan tersebut menjadi doa sekaligus penambah semangat bagi kita saudara Anshor mereka agar tak henti menggalang bantuan, mengumpulkan receh demi receh keberkahan demi terbebasnya Tanah Suci Palestina dan Al-Aqsho dari cengkeraman zionis laknatullah. (*)

Baca Juga

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Kamis, 6 April 2017

Banna Sari Usman
(Ketua Bidang Kajian Adara Relief International)

ShareTweetSendShare
Previous Post

WARGA SURIAH DISERANG DENGAN GAS BERACUN. AKAN DIAMKAH KITA?

Next Post

41 Tahun Hari Bumi Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit
International

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

by Adara Relief International
Desember 8, 2025
0
14

Pembuat konten anak-anak Rachel Accurso, yang dikenal sebagai “Ms. Rachel,” mengungkapkan bahwa dia telah menerima ancaman serius setelah terdaftar sebagai...

Read moreDetails
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
12
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
15
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
12
Melalui Olahraga, Al-Mushtal Sports Club Bantu Pulihkan Mental Anak-Anak Gaza

Melalui Olahraga, Al-Mushtal Sports Club Bantu Pulihkan Mental Anak-Anak Gaza

Desember 8, 2025
11
Lebih dari 57.000 Rumah Tangga di Gaza Dipimpin oleh Perempuan di tengah Kesulitan Ekstrem

Lebih dari 57.000 Rumah Tangga di Gaza Dipimpin oleh Perempuan di tengah Kesulitan Ekstrem

Desember 8, 2025
12
Next Post
Perjuangan Palestina

41 Tahun Hari Bumi Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meneladani Sikap Tolong Menolong Pada Masa Rasulullah Saw dan Para Sahabat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630