Dalam sebuah peristiwa yang menggambarkan sebagian dari tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, seorang pria Palestina menceritakan momen menyakitkan yang ia alami setelah serangan Israel menghantam pos polisi di Khan Yunis pada Ahad sore (07/06). Dalam unggahan yang ia bagikan di media sosial, pria itu mengatakan bahwa saat itu dia sedang mencari korban yang terluka dan terbunuh di antara reruntuhan. Saat itulah dia menemukan telepon seluler Mustafa Adwan, yang telah gugur dalam serangan itu. Telepon terus berdering, katanya, dan satu kata muncul berulang kali di layar: “Ibu.”
Dia mengatakan bahwa dia ragu untuk menjawab. Sebab, ia tahu bahwa orang yang menelepon sedang menunggu untuk mendengar suara putranya atau setidaknya menunggu kabar bahwa putranya selamat. Tetapi karena dering telepon terus berlanjut, akhirnya dia mengangkatnya.
Baca juga : “Investigasi Penembakan Anak-Anak Gaza Raih European Press Prize 2026, Ungkap Pola Luka Mencurigakan”
Momen itu, katanya, membangkitkan kembali ingatannya akan tragedi yang merenggut nyawa istri dan putrinya sendiri. Ia mengingat kembali guncangan dan kesedihan yang mengikutinya. Karena hal itu, semakin sulit baginya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada sang ibu.
Menurut penuturannya, dia berusaha menenangkan sang ibu sebisa mungkin. Akan tetapi, pertanyaan dan permohonannya yang berulang-ulang membuat momen itu tak tertahankan. Karena tak sanggup melanjutkan, dia mengakhiri panggilan tersebut.
Ia mengakhiri penuturannya dengan mendoakan Mustafa Adwan dan semua orang yang gugur dalam serangan Israel. Ia juga menyatakan solidaritas dengan para ibu dan keluarga di Gaza yang setiap hari menghadapi kesedihan karena kehilangan.
Sumber: Palinfo








