Ribuan anak di Suriah timur dan utara berisiko terkena wabah kolera yang menyebar dengan cepat. Perubahan iklim yang membuat kekurangan air serta penggunaan air yang terkontaminasi dari Sungai Efrat menjadi penyebab wabah ini menyebar secara luas, kata LSM Save the Children. Setidaknya 24 orang telah meninggal karena wabah ini, sementara ribuan kasus sakit masih dalam pemantauan. Penyakit tersebut menyebar bertepatan dengan kembalinya anak-anak ke sekolah pada bulan ini.
Kasus pertama dikonfirmasi di kota Jarablous, Suriah utara. Masyarakat memahami bahwa penyakit berasal dari air yang digunakan dan sumber makanan yang diairi oleh Sungai Efrat, sementara Sungai Efrat dalam beberapa dekade ini mengalami tingkat aliran rendah karena kekeringan terburuk di Suriah.
Selain itu, limbah masyarakat yang mengotori sungai, sebagian besar bermuara di Sungai Efrat. Hampir setengah dari penduduk Suriah bergantung pada sumber air yang seringkali tidak aman untuk memenuhi atau melengkapi kebutuhan air harian mereka.
Save the Children memperingatkan bahwa penyebaran kolera diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa minggu mendatang karena kekurangan air yang parah.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








