Yasmin Porat, perempuan yang selamat dari pertumpahan darah di Kibbutz Be’eri, dekat perbatasan dengan Gaza, mengatakan banyak warga sipil Israel yang dibunuh oleh pasukan Israel itu sendiri. Perempuan Israel yang selamat dari serangan Gerakan Perlawanan Palestina terhadap permukiman di dekat perbatasan Gaza pada tanggal 7 Oktober tersebut mengatakan bahwa warga sipil Israel “tidak diragukan lagi” dibunuh oleh pasukan keamanan mereka sendiri.
Hal ini terjadi ketika pasukan Israel terlibat baku tembak sengit dengan pejuang Palestina di Kibbutz Be’eri dan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu ke arah para pejuang kemerdekaan Palestina dan tawanan Israel. “Mereka melenyapkan semua orang, termasuk para sandera,” katanya kepada radio Israel. “Terjadi baku tembak yang sangat, sangat hebat.”.
Yasmin Porat (44) adalah ibu tiga anak. Ia mengatakan bahwa dia dan warga sipil lainnya yang ditahan oleh pihak Palestina selama beberapa jam, telah diperlakukan “secara manusiawi.” Rekaman wawancaranya di program radio Haboker Hazeh (“Pagi Ini”) yang dibawakan oleh Aryeh Golan di stasiun televisi pemerintah, Kan Israel, telah beredar di media sosial.
Setidaknya satu akun berbahasa Ibrani memposting bagian dari wawancara tersebut di Twitter, yang sekarang secara resmi bernama X, dan menuduh Kan berpihak pada Palestina.
Sumber:
https://electronicintifada.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








