Wartawan Al-Quds, Muhammad Khudair Simrin, setelah pulih dan dibebaskan dari tawanan Israel, menceritakan tentang apa yang terjadi padanya saat pasukan khusus Israel menyerbu Al-Aqsa saat fajar Jumat (15/4), khususnya di Masjid Al-Qibli, serta serangan brutal terhadap jemaah dan wartawan. Simrin, yang bekerja sebagai jurnalis untuk situs berita Al-Qastal berbasis di Al-Quds dan Radio Hayat di Oman, mengindikasikan bahwa setelah salat subuh hari itu, pasukan pendudukan menyerbu Masjid Al-Aqsa, menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet secara ekstensif.
Seperti biasa, Simrin memilih untuk meliput dari dalam Masjid al-Qibli. Namun, pasukan pendudukan tiba dan menembakkan peluru karet tanpa pandang bulu, meskipun terdapat paramedis/jurnalis, sehingga menyebabkan cedera di kaki kanan Simrin. Setelah dua jam dan merasa kakinya lebih baik, ia kembali masuk ke al-Qibli. Singkat cerita, penyerbuan kembali terulang dan Simrin tidak sanggup keluar karena terhambat oleh kakinya. Kemudian ia mulai merekam video tentang apa yang sedang terjadi, untuk memberi kabar kepada rekannya di Al-Qastal. Namun, salah satu tentara pendudukan menyita ponsel yang digunakan Simrin untuk merekam lalu ia dipukuli punggung dan kakinya. Meskipun telah mengatakan bahwa ia seorang jurnalis dan kakinya sedang cedera, tetap saja ia dipukuli.
Setelah sekitar setengah jam dan semua yang hadir di Masjid Qibli telah diikat, mereka membawa semua orang ke Gerbang Mughrabi. Ada banyak darah di jembatan dan dua pemuda pingsan karena kerasnya pukulan. Simrin awalnya diinterogasi di area Gerbang Mughrabi, dan ketika dia memberi tahu mereka bahwa dia adalah seorang jurnalis yang terluka, tentara dan petugas intelijen justru menghina dan memukulinya. Beberapa jam kemudian, para tawanan, termasuk Simrin, dipindahkan dengan bus ke pusat penjaga perbatasan di dekat Kota Al-Isawiya.
Dia mengharapkan pemukulan mereda setelah pemindahan, tetapi apa yang terjadi adalah sebaliknya. Penyelidikan diulang di sana, dan kemudian para tawanan dipindahkan ke Pusat Al-Maskobiya. Di sana para tentara mengatakan kepada Simrin bahwa dia ditangkap dan akan diajukan ke pengadilan pada hari berikutnya. Sebenarnya para tawanan akan dipindahkan lagi ke penjara Beersheba, tetapi pasukan menolak untuk memindahkan Simrin dan dua pemuda lainnya karena luka parah. Setelah pembebasan Simrin, dia segera pergi ke pusat medis di Al-Quds dan ditemukan bahwa dia mengalami patah tulang dan luka sobek di tulang kaki kanan, memar parah di paha kanan, selain memar di punggung dan bahu. Ketika hari pengadilan tiba, tim pembela mengeluarkan keputusan untuk membebaskan Simrin. Adapun barang-barang yang diambil tentara tidak ada yang dikembalikan
Sumber:
https://www.alquds.co.uk/شهادة–صحافي–مقدسي–على–اقتحام–المسجد–ال/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







